Anomali Gejala Demam Berdarah, Kadiskes Kota Bandung Ingatkan Agar Waspada Kalau Demam Lewat 2 Hari
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian, mengungkap anomali gejala demam berdarah dengue (DBD).
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Anhar Hadian, mengungkap anomali gejala demam berdarah dengue (DBD).
Dia mengatakan, mayoritas penderita DBD di Kota Bandung memiliki gejala yang berbeda dengan DBD pada umumnya.
Gejala demam berdarah yang umum dan harus diwaspadai yaitu demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan muntah, manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah, kulit ruam kemerahan, dan nyeri otot, tulang, dan sendi. Selain itu, munculnya bintik kemerahan di kulit penderitanya.
Menurut Anhar, mayoritas kasus DBD di Kota Bandung belakangan ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang biasa dikenali.
"Gejalanya itu demam tidak kunjung sembuh dan tidak ada gejala bintik merah. Ini yang perlu diwaspadai," ujar Anhar di Balai Kota Bandung, Selasa (26/3/2024).
Baca juga: Warga Sumedang Meninggal Akibat Demam Berdarah Dengue, Ada 638 Kasus DBD pada 2 Bulan Terakhir 2024
Anhar merasa khawatir gejala DBD baru ini menyerupai gejala flu biasa.
Sehingga masyarakat akan menganggap gejala yang dialami tersebut merupakan penyakit flu biasa.
Anhar mengatakan ada perbedaan mendasar antara gejala flu biasa dan gejala DBD yang belakangan muncul.
"Jadi gejalanya demam. Dua-tiga hari naik, turun sedikit, naik lagi. Perbedaannya dengan flu, jika flu, itu saat diberi paracetamol, istirahat yang cukup dan makan yang banyak, itu akan kembali pulih. Nah, kalau DBD ini setelah dua-tiga hari, dia tidak membaik," ujarnya.
Anhar mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami gejala demam tak kunjung sembuh selama lebih dari dua hari untuk segera mengakses layanan kesehatan.
Baca juga: Ratusan Warga KBB Terjangkit Demam Berdarah, Paling Banyak Terjadi di Cikalongwetan dan Cililin
Baca juga: Ruang Rawat Inap Rumah Sakit di Bandung Barat Penuh Setelah DBD Merebak, 71 Orang Masih Dirawat
"Kalau sudah dua hari menunjukkan gejala demam dengan suhu naik-turun-naik, waspada. Langsung dibawa ke puskesmas saja. Jangan menunggu semakin parah," ucapnya.
Anhar mengatakan, jumlah kasus DBD di Kota Bandung menyentuh angka 2.098 hingga Jumat (22/3/2024). Oleh karenanya, dia meminta semua pihak meningkatkan kewaspadaan. (*)
| Dewa United vs Persib Bandung Dipastikan Tanpa Penonton, Keuntungan Buat Pangeran Biru? |
|
|---|
| Seribu Santri Ikuti Siliwangi Santri Camp, Pangdam Kosasih: Santri Harus Punya Cita-cita Tinggi |
|
|---|
| Grand Tjokro Premiere Bandung Undi Pemenang Grand Prize 2 Paket Umroh |
|
|---|
| Keluhan Warga Bandung Atas Kenaikan Harga BBM: Kurangnya Transparansi Hingga Transportasi Umum |
|
|---|
| Pantauan SPBU di Bandung setelah Kenaikan Harga BBM: Pertamax Turbo Rp19.400, Pertamina Dex Rp23.900 |
|
|---|