Peringatan Dini BMKG, Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang hingga Tiga Hari ke Depan
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jabar menganalisis dampak cuaca ekstrem di Jabar per 24 Maret 2024.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jabar menganalisis dampak cuaca ekstrem di Jabar per 24 Maret 2024.
Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Jabar, Rakhmat Prasetia, ada sejumlah lokasi di Jabar yang terdampak dari cuaca ekstrem, seperti Kecamatan Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara (Kota Bekasi), Tanah Sereal, Bogor Tengah, Bogor Utara (Kota Bogor), Sukaraja, Kembang, dan Kecamatan Babakan Madang (Kabupaten Bogor).
Kemudian, ada pula di wilayah Kabupaten Bandung Barat, yakni di Kecamatan Cipongkor, seperti Desa Cibenda, Sirnagalih, Baranangsiang, dan Desa Cijambu.
Sedangkan di Kecamatan Rongga, seperti Desa Cibitung dan Sukaresmi.
"Berdasar kronologi BPBD Kota Bekasi, banjir terjadi akibat hujan yang terjadi dari hulu sungai sehingga mengakibatkan sungai meluap dan merendam permukiman warga juga jalan di beberapa kecamatan Kota Bekasi," kata Rakhmat dalam keterangan tertulis, Senin (25/3/2024).
Untuk wilayah Bandung Barat, lanjut dia, informasi sementara dampak banjir bandang menyebabkan dua jembatan penghubung antara Desa Sirnagalih dan Cijambu terputus, 10 rumah warga di Desa Sirnagalih terendam dan puluhan hektare sawah di sepanjang Sungai Cijambu rusak berat.
Baca juga: Sempat Viral, Air Panas Menyeruak Usai Gempa Tuban di Perumahan Warga di Bawean, Ini Kata BMKG
"Longsor juga terjadi di Desa Cibenda yang berdampak pada beberapa unit rumah warga tertimbun," katanya.
Data hujan yang dimiliki BMKG, Rakhmat mengatakan, hujan ekstrem terjadi di wilayah Bogor sejak sore sampai malam kemarin, dan untuk Bandung Barat terjadi hujan lebat.
"Kami imbau untuk hari ini waspada potensi hujan disertai petir dan angin kencang pada skala lokal antara siang sampai malam di sebagian wilayah, seperti Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Cianjur, Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Majalengka, Kuningan, Sumedang, dan Kabupaten Bandung," ujarnya.
Baca juga: Analisa BMKG Penyebab Gempa Tuban 6,5 Magnitudo Getarannya Terasa Sampai Jawa Barat dan Kalimantan
BMKG juga mengimbau kepada masyarakat dan instansi terkait untuk waspada terhadap terjadinya potensi bencana hidrometeorologi. Misal hujan lebat sampai sangat lebat dalam skala lokal, angin puting beliung, dan hujan es yang bisa mengakibatkan dampak, semisal banjir, longsor, dan pohon tumbang.
"Diprakirakan tiga hari ke depan ada potensi hujan disertai petir dan angin kencang yang terjadi skala lokal dan durasi singkat antara siang sampai menjelang dini hari di sebagian wilayah, seperti Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Bandung Barat," ucap Rakhmat. (*)
| UNWO dan Al-Irsyad Salurkan Bantuan bagi Korban Longsor Cisarua KBB |
|
|---|
| Wacana Jalan Berbayar Berpotensi Picu Pro dan Kontra, Uden: Perlu Uji Publik Sebelum Diterapkan |
|
|---|
| Uden Dida Efendi Sebut Wacana Jalan Berbayar Butuh Kajian Matang |
|
|---|
| Tindak Lanjut Usai Kirab Budaya, KDM Bakal Tata Fasilitas Seni dan Budaya di Jabar |
|
|---|
| Mau Lihat Taman, Dedi Mulyadi Temukan Warung Miras di Jalan Sukajadi Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-longsor-di-Kampung-Gintung-RT-37-Desa-Cibenda-Kecamatan-Cipongkor-9999.jpg)