Senin, 27 April 2026

Viral Warga Sukabumi Dibikin Heboh Postingan Penistaan Agama dan Hina Ibadah Ramadan

Terdapat tiga unggahan tulisan status Facebook yang isinya diduga menyalahkan syariat berpuasa dan orang-orang yang melaksanakan puasa. 

tangkapan layar
Tangkapan layar akun dugaan penistaan agama di Sukabumi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh pemilik akun Fabeook bermama YA, viral Kamis (14/03/2024).

Terdapat tiga unggahan tulisan status Facebook yang isinya diduga menyalahkan syariat berpuasa dan orang-orang yang melaksanakan puasa

Tidak hanya itu, masih dalam unggahan statusnya, YA menyebut warga Kota Sukabumi sebagai Kota Santri, bego (tidak berakal) dan miskin.

"Bulan ramadan mengganggu sekali toko makanan tutup kenapa harus berpuasa menyiksa diri saja orang sukabumi mana berpikirannya pada bego bego kota santri nyatanya banyak yang miskin," tulis akun tersebut dalam empat hari yang lalu. 

Tak berhenti di situ, dalan dua hari kebelakang akun Fecebook YA pun kembali menggunggah status tulisannya. 

"jangan puasa makan makanan coba saja puasa musibah kali2 kebukan tidak mau bersyukur tapi pertolongan nya itu loh dimana.
palestina saja di jajah sampai sekarang masa indonesia mau di jajah oleh doa2 alquran yang jauh dari pembenarannya," 

"toko2 makanan tutup menyusahkan saja, jangan munafik kalo laper makan saja puasa jangan memaksakan diri saja . puasa itu bagi yg tidak mampu jadi puasa bisa menyimpan menyisihkan uangnya buat 1 bulan di tabung pengiritan jangan minta dan salahkan ke negara memang betul juga bahwa anak2 di titipkan ke pesantren itu tidak mampu membiayai makan makanya di titipkan ke pesantren dari pada di titipkan ke pesantren bakal radikal dan menjadi teroris mending tunggu saja bantuan makan gratis oleh negara,ini mah ada uang nabung malah berpikir mau ke mekkah ngelilingi ka'bah cape2 puter2," tulis di bagian postinganya. 

Atas adanya unggahan postingan tersebut, umat Islam dan ormas Islam di Kota Sukabumi pun merasa geram dan akhirnya melakukan laporan ke Polres Sukabumi Kota. 

Salah satu aktivis Muslim Sukabumi yang juga pelapor, Abah Kurniawan (50) mengatakan, dia tidak mengetahui latar belakangnya apa. 

"Saya selaku muslim dan kedua selaku masyarakat Sukabumi akhirnya laporan, karena bawa-bawa daerah juga.  merasa geram dengan adanya postingan itu," jelas Abah Kurnia, kepada Tribunjabar.id, Kamis (14/03/2024).

Pascalaporan Ia pun berharap penyidik bisa segera ditangkap dan mengunkapnya. 

"Harapan, cepet ditangkep orangnya, terlepas itu di hack atau gimana, itu kan nanti dari kepolisian yang bisa membuktikan," tutup Abah Kurnia. 

Ditemui dikantornya, Kasat Reskrim Sukabumi Kota, AKP Bagus Panuntun menbernarkan adanya laporan tersebut dan akan melalukan proses penyelidikan lebih lanjut. 

"Ya, Kemarin sore (Rabu, 13/3/2024) pelapor datang ke sini melaporkan dugaan tersebut. Selanjutnya kita akan lakukan penyelidikan," ujar Bagus Panuntun. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved