Senin, 18 Mei 2026

Rekayasa Engineering Masih Bahaya, PVMBG Sarankan Warga Terdampak Pergerakan Tanah di KBB Direlokasi

Total ada 48 kepala keluarga (KK) atau 192 jiwa yang harus direlokasi karena rumah mereka sudah tidak layak untuk ditempati akibat pergerakan tanah

Tayang:
Tribun Jabar/ Hilman Kamaludin
Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat melakukan kajian di lokasi pergerakan tanah di Kampung Cigombong, RT 4/13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyarankan warga yang terdampak pergerakan tanah di Kampung Cigombong, RT 4/13, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus direlokasi.

Total ada 48 kepala keluarga (KK) atau 192 jiwa yang harus direlokasi karena rumah mereka sudah tidak layak untuk ditempati akibat bencana pergerakan tanah yang semakin parah, apalagi tanahnya masih terus bergerak.

"Relokasi apa enggak tergantung (pemerintah), tetapi sebaiknya direlokasi sih karena itu bergerak terus," ujar Penyelidik Bumi dari PVMBG, Yuhandi Kristiawan, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (4/3/2024).

Sementara jika memilih opsi lain selain relokasi, kata dia, tentu membutuhkan biaya yang sangat besar dan belum bisa dipastikan aman karena potensi pergerakan tanah tersebut masih tetap ada.

Baca juga: Sudah Terbentuk Tapal Kuda, Pergerakan Tanah di Bandung Barat hanya Akan Meluas di Titik Lokal

"Kalaupun melakukan rekayasa engineering, pasti untuk biayanya sangat mahal dan ketidakpastiannya tinggi juga. Artinya, meski sudah direkayasa pun, pergerakan masih mungkin terjadi," katanya.

Menurutnya, kemungkinan pergerakan tanah masih bisa terjadi meski dilakukan rekayasa engineering tersebut karena rekahan pergerakan tanah itu sudah sangat dalam.

"Kalau lihat rekahannya saja dua meter, berarti sudah dalam. Mau dilakukan apapun takunya dia enggak kuat karena geserannya sudah sangat tinggi. Di atas 2 meter dan yang turun ada sampai 4 meter, itu akan berat juga untuk rekayasa engineering," ucap Yuhandi.

Namun terkait hal tersebut tergantung opsi pemerintah daerah, apakah akan melakukan relokasi atau rekayasa engineering untuk menjaga keselamatan dan keamanan warga di Kampung Cigombong ini.

"Tentunya kalau mau rekayasa engineering atau relokasi pasti membandingkan cost. Kalau biaya rekayasa tinggi juga, kalau kami menyarankan dipindahkan (relokasi)," katanya.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Asep Sehabudin, mengatakan, terkait relokasi tersebut pihak desa sudah siap untuk menghibahkan tanah carik bagi warga yang terdampak pergerakan tanah.

"Lokasinya berada dekat lokasi pengungsian sekarang yaitu gedung Islamic Center Rongga. Kalau tidak salah luas lahannya kurang lebih sekitar 2 hektare," ujar Asep.

Baca juga: Melihat Aktivitas Belajar Murid SD di KBB yang Numpang ke MTs Akibat Terdampak Pergerakan Tanah

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved