Kamis, 28 Mei 2026

Puluhan Relawan MDMC Ikuti Pelatihan Jurnalistik Kebencanaan

Puluhan relawan bencana mengikuti pelatihan dasar jurnalistik kebencanaan yang digelar selama dua hari di Villa Lamping Manglayang...

Tayang:
Editor: Arief Permadi
TRIBUN JABAR
Puluhan relawan MDMC se-Jabar mengikuti pelatihan dasar jurnalistik kebencanaan di Villa Lamping Manglayang, Cilengkrang, Kota Bandung, Sabtu-Minggu (17-18/2/2024). 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.ID - Puluhan relawan bencana mengikuti pelatihan dasar jurnalistik kebencanaan yang digelar selama dua hari di Villa Lamping Manglayang, Cilengkrang, Kota Bandung, Sabtu-Minggu (17-18/2/2024).

Tak hanya belajar cara mengumpulkan informasi dan data di wilayah bencana, para relawan juga belajar mengemas dan menyebarluaskannya dalam berbagai platform, termasuk media sosial. Pengemasan bukan hanya dalam bentk teks, tapi juga foto, audio, dan video.

Pelatihan digelar Pusat Studi Media Digital dan Kebijakan Publik Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung) bekerjasama dengan Lembaga Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Jawa Barat dan Muhammadiyah Disaster Media Center (MDMC) Jabar.

"Pelatihan diikuti 35 relawan. Sebagian berasal dari MDMC dari berbagai kota di Jabar. Sebagian lainnya mahasiswa. Ada juga sejumlah aktivis pers kampus yang ke depannya diharapkan dapat ikut aktif sebagai relawan kebencanaan sesuai dengan bidangnya masing-masing," ujar Roni Tabroni, Ketua Pusat Studi Media Digital dan Kebijakan Publik LPPM UMBandung seusai acara pelatihan, Senin (19/2/2024).

Pelatihan, menurut Roni, penting untuk diberikan, agar selain memberikan pertolongan yang diperlukan dalam setiap peristiwa bencana yang menjadi tugas pokoknya, para relawan juga bisa menjadi sumber informasi yang bukan saja cepat, tapi juga valid dan runut sehingga bisa menjadi rujukan, termasuk bagi para wartawan.

"Informasi dari para relawan sudah pasti cepat karena merekalah yang paling dahulu tiba di lokasi bencana. Tapi menyajiikannya dengan lengkap, valid, menarik, dan runut, inilah yang diperlukan para relawan dalam pelatihan jurnalistik kebencanan ini," ujar Roni.

Dalam pelatihan ini, selain mendapatkan materi jurnalistik dasar dan pembuatan rilis berita, para relawan juga mendapat pelatihan pembuatan video jurnalistik, mobile editing content, media sosial, dan media relations, dari sejumlah akademisi dan praktisi berpengalaman di bidang pers.

Hadir sebagai narasumber antara lain, Resti Ernawati, dosen UMBandung yang juga Produser Radio K-Lite 107,1 FM Bandung; Agung Tirta Wibawa, dosen UMBandung yang juga praktisi media sosial; Kelik Nursetyo, dosen UMBandung yang juga praktisi media massa; Zaiul Khaq, Produser Lapangan CNN Indonesia; dan Arief Permadi, Manager Produksi di Tribun Jabar.
Ade Irvan Nugraha, Sekretaris MDMC Jawa Barat yang hadir pada kegiatan pelatihan ini mengapresiasi pelatihan jurnalistik kebencanaan bagi para relawan. Pasalnya, intensitas kerelawanan yang selama ini dilakukan oleh MDMC Jawa Barat sangat tinggi. Namun pemberitaan terkait penanganan yang dilakukan oleh Muhammadiyah masih sangat minim.

“Pelatihan ini menjadi suatu kebutuhan bagi kami, yang mana selama ini masyarakat menuntut adanya transparansi, akuntabilitas seperti itu. Nah diharapkan dengan kegiatan ini, kegiatan–kegiatan kami menjadi terpublikasi. Publikasi yang ada selama ini hanya di kalangan internal. Harapannya bisa melahirkan jurnalis-jurnalis kebencanaan dari Muhammadiyah,” ujarnya.

Ade menambahkan, selama ini kendala yang dihadapi para relawan masih belum optimal dalam menulis laporan kebencanaan dan gambar yang seadanya, sehingga melalui pelatihan ini akan terbentuk jejaring dengan teman-teman yang lain termasuk dengan media.

Setelah di wilayah Bandung Raya ini, pelatihan serupa akan kembali digelar untuk wilayah Jawa Barat bagian barat dan Jawa Barat bagian timur dan selatan.

Yayat Syarif Hidayat, salah seorang peserta, mengaku sangat gembira dengan adanya pelatihan ini. Selama ini, ujarnya, kegiatan penanganan bencana yang mereka lakukan tak diketahui orang lain karena tak pernah terpublikasikan dengan baik.

"Namun, dengan pelatihan semacam ini mudah-mudah semuanya berubah. Mudah-mudahan pelatihan-pelatihan seperti ini terus berlanjut, sehingga perubahan yang diharapkan bisa segera terjadi," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved