Selasa, 19 Mei 2026

Suara Anies-Muhaimin Sempat Mendapat Tambahan 3,5 Juta di Satu TPS, Ini Temuan Drone Emprit

Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sempat mendapat suara 3,5 juta dari satu tempat pemungutan suara (TPS) di Lampung. 

Tayang:
Editor: Giri
youtube kpu ri
Capres nomor urut 1, Anies Baswedan. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar sempat mendapat suara 3,5 juta dari satu tempat pemungutan suara (TPS) di Lampung

Jumlah suara itu masul dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) yang digunakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pemilu 2024.

Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, membeberkan kejanggalan yang sempat membuat heboh itu.

Dia mengatakan, salah satu kejanggalan yang viral di sosial media X (Twitter) adalah lonjakan suara yang dialami oleh pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar pada Sirekap pada Kamis (15/2/2024) pukul 19.00 WIB.

Saat itu tertulis, Anies-Muhaimin mendapatkan suara 31,98 persen, sedangkan paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih suara 51,63 persen, untuk paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD mendapat suara 16,4 persen.

Data itu kemudian berubah pukul 20.30 WIB, suara Anies-Muhaimin merosot dari 31,98 persen menjadi 25,43 persen.

Baca juga: Serukan Adanya Kecurangan Pemilu, TPN Ganjar-Mahfud Minta DPR Panggil KPU

"Kenapa, ternyata ada satu TPS di Lampung itu dikasih suara 3,5 juta, ini enggak tahu kesalahan apa disengaja atau apa. tTapi ini menimbulkan kehebohan kemarin, viral," kata Ismail dalam konferensi pers secara online, Sabtu (17/2/2024).

Ismail Fahmi mengatakan, kesalahan Sirekap bukan hanya terjadi untuk suara paslon Anies-Muhaimin saja, tetapi juga terjadi pada paslon Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud.

Hal ini sebenarnya telah diprediksi oleh beberapa gerakan sipil untuk pengawalan Pemilu, karena Sirekap dinilai belum diuji untuk penyelenggaraan di tingkat.

"Pertama, kami diskusi dengan teman-teman Perludem, Elsam juga, mereka melihat Sirekap ini belum siap, belum dites luas sehingga ketika di rollout luar biasa banyak, banyak sekali masalah dan mereka sudah menduga itu terjadi," imbuh dia.

Suara yang masuk ke Sirekap, kata Ismail, memang tak digunakan untuk menentukan pemenang pilpres. 

Hasil resmi Pilpres 2024 nantinya tetap ditentukan lewat perhitungan suara berjenjang yang dilakukan KPU mulai dari tingkat TPS, kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, sampai tingkat nasional.

Meski demikian, Ismail menegaskan, Sirekap adalah satu-satunya cara publik bisa mengawasi secara langsung perhitungan suara yang dilakukan secara berjenjang itu.

Baca juga: Pilpres Akan Berlangsung 2 Putaran? Ini Hasil 3 Paslon dari Real Count KPU, Suara Masuk 66,61 Persen

"Argumen bahwa sirekap hanya sebagai alat kontrol saja dari KPU saya kira tidak bisa kita terima, karena bagaimanapun ini satu-satunya cara buat publik untuk mengontrol," kata Ismail.

Selain itu, KPU juga dinilai abai atas kekurangan Sirekap, karena hanya bertindak secara kasusistik dan menunggu jika terjadi sesuatu yang viral di sosial media semata.

"Seperti disampaikan ada pola tadi kalau sudah rame di medsos baru diperbaiki," ucapnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Drone Emprit Beberkan Mengapa Suara Anies Sempat Melonjak di Sirekap, Lalu Kembali Turun"

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved