Jumat, 1 Mei 2026

Demak Diterjang Banjir, Warga Selamatkan Diri Pakai Galon Air, Sempat Bertahan di Atap

Untuk menuju rumah tetangga yang lantai dua, Supiah dan anaknya harus membawa galon sebagai pelampung untuk menyelamatkan diri.

Tayang:
Saiful Masum
Jalan Pantura perbatasan Kabupaten Kudus - Kabupaten Demak lumpuh dampak tergenang banjir, Kamis (8/2/2024) sore 

TRIBUNJABAR.ID - Wilayah Karanganyar, Demak, Jawa Tengah diterjang banjir.

Kini, ratusan warga mengungsi di Kabupaten Kudus.

Para pengungsi mengisi tiga posko pengungsian, yaitu Posko Jembatan Tanggulangin, posko di Terminal Induk Jati, dan di Balai Desa Jati Wetan.

Para pengungsi mengaku waswas karena tingginya banjir.

Sejumlah pengungsi sempat dievakuasi para petugas gabungan.

Sebagian besar rumah mereka tenggelam dan hanya menyisakan atap.

Baca juga: Crazy Rich Grobogan Joko Suranto Minta Doa Musibah Banjir di Kampung Halamannya Cepat Surut

Salah seorang pengungsi di Terminal Induk Jati Kudus Supiah warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, Demak mengisahkan, bahwa banjir terjadi begitu cepat pada Kamis 8 Februari 2024. Belum sempat dia menyelamatkan diri ketinggian banjir sudah setinggi leher orang dewasa.

“Jam 12 siang itu banjir arusnya deras. Terus naiknya cepat sekali. Pada pukul 4 sore saya bersama anak menyelamatkan diri ke rumah tetangga yang lantai dua,” kata Supiah.

Untuk menuju rumah tetangga yang lantai dua, Supiah dan anaknya harus membawa galon sebagai pelampung untuk menyelamatkan diri. Sesampai di rumah tetangganya tersebut, dia merasa lega. Hal serupa juga dilakukan oleh sejumlah warga lainnya dengan menyelamatkan diri ke rumah lantai dua milik tetangga.

“Itu rumah tetangga lantai dua pakai kayu, penuh sekali. Warga pada menyelamatkan diri di situ, kondisi rumah sudah tinggal atap saja,” kata Supiah.

Setelah bertahan beberapa jam di rumah warga tersebut, akhirnya petugas gabungan mengevakuasi mereka pada pukul 23.00. Membawanya ke posko pengungsian di Kudus yang lebih aman.

Pengungsi lainnya Sudarsih yang juga warga Karanganyar malah lebih mengenaskan. Dia bertahan di atap rumahnya selama beberapa jam. Kondisi banjir yang menenggelamkan rumahnya memaksa dia harus naik ke atap sejak sejak pukul 14.00. Dia baru berhasil dievakuasi pada pukul 23.00 oleh petugas gabungan untuk dibawa ke pengungsian.

“Di atap rumah berjam-jam. Kondisi gelap, dingin, dan lapar. Untungnya ada petugas yang membawa kami memakai perahu karet,” kata Sudarsih.

Kini para warga korban banjir setidaknya sudah merasa aman. Banjir parah akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan di dua titik yang terjadi tempo hari di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar sampai saat ini belum ada tanda-tanda surut.

“Ketinggian air masih ajek, malah tambah tinggi. Harta benda semuanya tidak bisa diselamatkan,” kata Supiah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved