Ramadhan 2024
Apakah Boleh Melaksanakan Puasa Qadha Tidak Sahur karena Ketiduran? Begini Penjelasan Hukumnya
Saat melaksanakan puasa Qadha muncul pertanyaan melaksanakan puasa Qadha tidak sahur, apakah diperbolehkan, berikut penjelasan hukumnya
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Menjelang bulan puasa Ramadhan, umat muslim yang punya utang puasa dianjurkan segera membayarnya.
Hal ini karena hukum membayar utang puasa adalah wajib.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 184.
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Artinya: “Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al-Baqarah:184)
Baca juga: Jadwal Awal Puasa Ramadhan 2024 Lengkap dengan Daftar Hari Penting dalam Kalender Islam 1445 H
Dalam ayat tersebut juga dijelaskan bahwa membayar utang puasa dengan puasa Qadha dibayar pada hari-hari lain.
Artinya melaksanakan puasa Qadha bisa dikerjakan di hari apa saja selama tidak di hari terlarang, seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Hari Tasyrik.
Saat melaksanakan puasa Qadha, mungkin masih banyak sebagian umat muslim yang belum tahu atau ragu soal ketentuannya.
Seperti membaca niat puasa Qadha hingga muncul pertanyaan melaksanakan puasa Qadha tidak sahur, apakah diperbolehkan ?
Lantas, bagaimana hukum puasa Qadha tidak sahur ?
Mengenai hal ini, hukum puasa Qadha tidak sahur diperbolehkan.
Dikutip dari konsultasisyariah.com, Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan berpuasa tidak sahur baik disengaja atau tidak disengaja seperti ketiduran diperbolehkan.
Hal itu lantaran sahur bukan syarat sah puasa.
Menurut Ustaz Ammi Nur Baits hal terpenting saat puasa adalah berniat sebelum subuh karena niat termasuk syarat sah puasa.
“Sejak malam harinya, setiap orang yang hendak berpuasa wajib untuk sudah bersengaja bahwa paginya mau berpuasa,” ungkap Ustaz Ammi Nur Baits dikutip Tribunjabar.id, dari konsultasisyariah.com.
Adapun dalil hadis syarat sah niat puasa itu dijelaskan dalam hadis dari Hafshah radhiallahu ‘anha; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من لم يجمع الصيام قبل الفجر فلا صيام له
“Siapa saja yang belum berniat puasa sebelum terbit fajar maka tidak ada puasa baginya.” (H.R. Abu Daud dan Nasa’i; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Baca juga: Syarat dan Ketentuan Bayar Utang Puasa dengan Fidyah Selain Puasa Qadha, Ini Tata Cara Membayarnya
Tata Cara Puasa Qadha
Pada dasarnya dalam pelaksanaan puasa qadha tidak berbeda dengan puasa Ramadhan.
Karena puasa ganti, hanya bacaan niat saja yang berbeda.
Selebihnya, substansi dari pada pelaksanaanya adalah sama menahan makan dan minum atau nafsu.
Adapun berbuka puasa juga dilaksanakan setelah waktu matahari terbenam yakni waktu magrib.
Puasa Qadha dibayarkan sebanyak jumlah utang puasa Ramadhan.
Bacaan niat puasa qadha
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءٍ فَرْضَ رَمَضَانً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghodin 'an qadaa'in fardho ramadhoona lillahi ta'alaa
Artinya : "Saya niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta'ala".
Bacaan doa buka puasa qadha
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma Lakasumtu Wabika Aamantu Wa'alaa Rizqika Afthortu Birohmatika Yaa Arhamar Roohimiin.
Artinya:
"Ya Allah keranaMu aku berpuasa, dengan Mu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."
Demikian utang puasa atau puasa qadha dilaksanakan sesuai hari yang tak terlaksana saat puasa Ramadhan.
Karena wajib dibayar, maka sebaiknya utamakan untuk melaksanakan puasa qadha.
Baca juga: 65 Hari Menuju Bulan Ramadhan 2024, Ini Doa dan Amalan yang Bisa Dikerjakan Sebelum Puasa Ramadhan
Batas Akhir Puasa Qadha
Pertanyaan kapan batas akhir puasa qadha seringkali muncul di bulan Rajab dan Syaban atau menjelang bulan Ramadhan tiba.
Hal ini lantaran ada anggapan yang menyebut larangan puasa di bulan Rajab dan bulan Syaban.
Di sisi lain, ada pula hadis yang menyebut keutamaan Rasulullah lebih banyak puasa sunah di bulan Syaban.
Tentu hal tersebut membuat sebagian muslim bingung, kapan batas akhir puasa qadha, sementara di bulan Rajab dan Syaban belum membayar utang puasa tersebut.
Sementara umat muslim yang memiliki utang puasa tersebut harus membayarnya di hari lain setelah puasa Ramadhan.
Lantas, muncul pertanyaan, kapan batas akhir membayar puasa qadha atau membayar utang puasa Ramadhan tersebut?
Saat ini, kita sudah memasuki bulan Rajab yang disebut-sebut sebagai bulan tanda dekatnya bulan Ramadhan tiba.
Rajab disebut demikian karena berjarak 2 bulan menuju pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan.
Namun, seringkali sebagian umat muslim masih bingung adanya larangan puasa di bulan Rajab dan Syaban menjelang Ramadhan tersebut.
Dilansir dari konsultasisyariah.com, adanya larangan puasa tersebut berasal dari hadis melarang melakukan puasa setelah masuk pertengahan bulan syaban.
Satu di antaranya hadis dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
“Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Abu Daud 2337)
Dalam hadis yang lain, yang juga dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ
“Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan, kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.” (HR. Bukhari 1914 dan Muslim 1082).
Sementara itu, di sisi lain ada pila hadis yang menyebut Rasulullah SAW merutinkan puasa selama syaban.
Bahkan beliau melakukan puasa syaban sebulan penuh.
Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Bukhari 1970 dan Muslim 1156)
Demikian, dengan adanya dua hadis yang kontradiktif tersebut, larangan puasa setelah masuk pertengahan bulan Syaban tersebut tidak berlaku mutlak.
Masih dikutip dari konsultasisyariah.com, menurut Ustaz Ammi Nur Baits, larangan tersebut berlaku ketika seseorang melakukan puasa sunah tanpa sebab, sementara dia tidak memiliki rutinitas puasa sunah tertentu atau tidak dimulai dari awal syaban.
Jika diperhatikan dalam hadis kedua dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan pengecualian,
“kecuali seseorang yang punya kebiasaan puasa sunah, maka bolehlah ia berpuasa.”
Nah, dengan demikian, puasa qadha dibolehkan sekalipun telah masuk pertengahan syaban.
Dengan demikian, batas akhir puasa qadha sampai datang Ramadhan berikutnya.
Hal inilah pula sebagaimana yang dilakukan Aisyah Radhiyallahu ‘anha. Beliau pernah menuturkan,
كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ
“Dulu saya punya utang puasa Ramadhan. Dan saya tidak bisa mengqadhanya kecuali di bulan syaban. (HR. Bukhari 1950, Muslim 2743, dan yang lainnya).
Dikutip dari Kepri.kemenag.com, secara pasti ditentukan batas waktu melaksanakan puasa qadha adalah dua hari terakhir bulan Syaban. Artinya batas akhir puasa qadha dilaksanakan dua hari sebelum puasa Ramadhan.
Hari terakhir di bulan Syaban itu tersebut merupakan hari syak, atau hari meragukan. Demikian haram hukumnya berpuasa
Sementara itu diketahui, berdasarkan kalender Hijriah, awal puasa Ramadhan 2024 diperkirakan jatuh pada 12 Maret 2024.
Hilal 1 Syawal 1445 H Tidak Teramati Observatorium Bosscha Imbas Cuaca Mendung di Wilayah Bandung |
![]() |
---|
Jadwal Buka Puasa 29 Ramadhan Selasa 9 April 2024 di 6 Wilayah Pantura, dari Karawang hingga Cirebon |
![]() |
---|
Jadwal Buka Puasa 29 Ramadhan 9 April 2024 di Wilayah Priangan Timur, Sumedang hingga Tasikmalaya |
![]() |
---|
Jadwal Buka Puasa 29 Ramadhan 9 April 2024 di Kota Bandung, Cimahi, dan Sekitarnya, Lengkap Doanya |
![]() |
---|
Jadwal Buka Puasa 28 Ramadhan 8 April 2024 di Wilayah Bandung, Cimahi dan Sekitarnya, Lengkap Doanya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.