Minggu, 19 April 2026

Ibu dan Bayi Meninggal di Indramayu

UPDATE Dugaan Malapraktik di RSUD MA Sentot Patrol Indramayu, Polisi akan Panggil Bidan

Polisi turun tangan mengusut dugaan malapraktik dalam persalinan di RSUD MA Sentot Patrol Indramayu, Selasa (19/12/2023) malam.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNCIREBON/HANDHIKA RAHMAN
Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar menegaskan polisi akan langsung menindaklanjuti dugaan kasus malapraktik yang terjadi di RSUD MA Sentot Patrol Indramayu, Rabu (20/12/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Polisi turun tangan mengusut dugaan malapraktik dalam persalinan di RSUD MA Sentot Patrol Indramayu, Selasa (19/12/2023) malam.

Malapraktik yang dilakukan bidan yang menangani persalinan diduga menjadi pemicu meninggalnya Kartini (23), warga Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dan bayi ia lahirkan.

"Kami akan memanggil para saksi terutama dari pihak UPTD termasuk bidan yang menangani persalinan," ujar Kapolres Indramayu AKBP M Fahri Siregar saat ditemui di Mapolres Indramayu, Kamis (21/12/2023).

Rencananya, ujar Kapolres, pemanggilan akan mereka lakukan pekan depan.

Polisi juga akan menghadirkan saksi ahli. Nantinya, saksi ahli akan dimintai keterangan tentang prosedur dan penanganan persalinan.

"Saat ini masih dalam proses pengumpulan alat bukti," ujarnya.

Dugaan malapraktik dilaporkan Tarsun, suami Kartini, ke Polres Indramayu, Rabu (20/12/2023).

Tarsun menduga, pihak rumah sakit melakukan kelalaian saat menangani persalinan istrinya sehingga istri dan anak pertamanya akhirnya meninggal dunia.

Tarsun mengatakan, pelayanan di RSUD MA Sentot Patrol Indramayu ini sangat mengecewakan, bahkan sejak awal kedatangan mereka ke sana.

"Pas sampai RS MA Sentot Patrol itu bahkan sama sekali enggak dilayani. Sampai 2-3 jam baru ditangani, itu juga sebentar," ujar Tarsun saat melaporkan dugaan malapraktik ini di Mapolres Indramayu, Rabu.

Suti, saudara Tarsun, yang juga ada di ruang bersalin saat persalinan Kartini berlangsung, mengatakan pihak keluarga sempat meminta agar Kartini menjalani operasi secara sesar lantaran melihat Kartini sudah sangat kepayahan ketika itu.

Namun permintaan keluarga ternyata sama sekali ditanggapi. 

Bidan yang menangani persalinan tetap memaksa agar Kartini melahirkan secara normal.

Saat itu, karena sudah tak kuat melihat Kartini, Suti keluar ruangan. Namun, Tarsun dan orang tua Kartini tetap berada di ruangan.

Kartini akhirnya meninggal sekitar pukul 22.00, tak lama setelah melahirkan bayi mereka.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved