Selasa, 21 April 2026

Hujan Lebat Kategori Ekstrem Mengintai selama Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Wilayah yang Terdampak

Potensi cuaca ekstrem yang terjadi selama pekan nataru disebabkan oleh aktivitas pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan. 

Editor: Ravianto
Video Viral
Ilustrasi hujan badai terjadi di Kota Malang, Kamis (3/2/2022). Hujan lebat kategori ekstrem mengintai Indonesia selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2024. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi selama periode Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) akan terjadi cuaca ekstrem.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meminta masyarakat mewaspadai potensi itu sebagai dinamika atmosfer akibat posisi Indonesia yang diapit dua benua dan dua samudera.

Adapun wilayah yang akan mengalami potensi hujan lebat sampai kategori ekstrem disertai angin kencang adalah wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Jawa dan Sumatera bagian selatan.

"Waspadai terjadi setelah Natal hingga sampai setelah tahun baru, awal bulan. Itu ," ungkap dia di Jakarta, Selasa (19/12).

Dwikorita melanjutkan, potensi cuaca ekstrem juga perlu menjadi perhatian sebelum perayaan Natal, terutama di wilayah utara Indonesia, yang berbatasan dengan daerah khatulistiwa.

Sebelum Natal, perlu kewaspadaan di wilayah Indonesia bagian utara, terutama di Utara khatulistiwa, Sumatera Utara, Aceh, dan Kalimantan.

Selain cuaca ekstrem, selama musim Nataru terdapat potensi gelombang tinggi di Samudera Hindia, Pasifik, dan Selat Sunda. 

Dwikorita mengingatkan mengenai arus laut dan angin kencang.

Ia pun meminta kepada perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, nelayan, dan masyarakat umumnya meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut.

"Masyarakat bisa mengakses informasi cuaca 24 jam penuh melalui aplikasi @infobmkg. Silahkan akses informasi dari platform tersebut sebagai acuan dalam beraktivitas selama pekan Nataru. Di sana juga terdapat informasi gempabumi dan lain sebagainya," imbuhnya.

Penyebab Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menjelaskan analisanya.

Potensi cuaca ekstrem yang terjadi selama pekan nataru disebabkan oleh aktivitas pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan. 

Keberadaan pola tekanan rendah di sekitar Laut Cina Selatan secara tidak langsung turut membentuk pola pertemuan serta belokan angin dan menyebabkan terjadinya peningkatan awan hujan di sekitar Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

"Daerah-daerah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Tengah, Papua, Sulawesi, dan Maluku," kata Guswanto. (*)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved