Program Nyamuk Wolbachia Ditolak di Bandung, Warga sampai Demo, Minta Nyamuk Dilepas ke Rumah Menkes
Ari mengatakan, nyamuk wolbachia sebelumnya juga pernah disebar di Singapura oleh pemerintah setempat.
Hasil dari program ini, kata Abri, tak akan langsung terlihat, melainkan satu atau atau dua tahun kemudian.
"Penyimpanan telur itu waktunya sampai enam bulan. Kami sudah petakan 308 titik atau ember di 15 RW."
"Alhamdulillah saat ini sudah berjalan seperti biasa, meski sempat ada ramai penolakan dari beberapa orangtua asuh yang merasa ragu setelah mendapat informasi di media sosial."
"Tapi, begitu diberikan penjelasan ya mereka paham dan kami pun tak memaksa jika ada yang menolak," ujarnya.
Jika sudah diberi pemahaman dan pengertian, namun tetap menolak, Abri memastikan, ember berisi telur akan dipindahkan tak jauh dari titik ember tersebut.
"Jarak antara satu ember ke ember lain itu 75 meter. Kami sudah jalankan di 15 RW," ujarnya.
Terkait unjuk rasa penolakan program nyamuk wolbachia di Gedung DPRD Jabar, kemarin, Abri memastikan tak ada warga Ujungberung yang ikut.
"Sebab, kalau ada, pasti ada yang laporan ke saya," ujarnya.
Awal November lalu, penolakan program nyamuk wolbachia juga terjadi di Bali.
Petisi penolakan progran itu tersebar di dunia maya.
Petisi itu berhasil.
Pemerintah daerah Bali memutuskan menunda program penyebaran nyamuk yang mengandung bakteri wolbachia tersebut. (syarif abdussalam/nandri prilatama/tiah sm)
Laga Persib Bandung vs Borneo FC Terancam Ditunda karena Keamanan, Polda Jabar Surati Ferry Paulus |
![]() |
---|
Foto-foto: Demo di Gedung DPRD Jabar Berlangsung sampai Malam, Rumah Aset MPR RI Hangus Terbakar |
![]() |
---|
Jadi Posko Darurat, Korban Demo di Bandung Dilarikan ke Unisba |
![]() |
---|
Momen Dedi Mulyadi Datangi Pendemo di DPRD Jabar, Mata Berair Hidung Memerah Efek Gas Air Mata |
![]() |
---|
Mega Travel Fair di Bandung, Ada Diskon Tiket Pesawat Hingga Hotel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.