Berlatar Belakang Militer, Prabowo Menguatkan Strategi Geopolitik Indonesia
Latar belakang Prabowo yang seorang militer sehingga paham strategi geopolitik di pentas global.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dinilai sebagai sosok yang mampu membuat Indonesia lebih bertaring di dunia internasional. Hal itu tidak terlepas dari latar belakang Prabowo yang seorang militer sehingga paham strategi geopolitik di pentas global.
“Dapat dipahami karena Prabowo yang berasal dari militer tentunya sangat apik dalam strategi,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Survei Jakarta (LSJ), Fetra Ardianto dalam keterangannya, Kamis (07/12).
Keahlian Prabowo dalam geopolitik terlihat dari keaktifan dalam berbagai forum-forum internasional.
Khususnya mengangkat topik perdamaian kepada para petinggi-petinggi negara lain.
Hal itu pun tampak saat Prabowo mengisi acara dalam Dialog Shangri-La International Institute for Strategic Studies (IISS) ke-20, di Singapura pada bulan Juni lalu.
Dalam acara tersebut, Prabowo tidak segan mengangkat isu perdamaian dunia kepada negara-negara lain.
Upaya menjunjung perdamaian Prabowo tersebut merupakan manifestasi dari sikap politik Indonesia yang bersahabat dengan negara lain atau Good Neighbor Policy.
Sikap tersebut nantinya akan kembali ditegaskan Prabowo dalam strategi politik luar negeri Indonesia jika diberikan amanah untuk menjadi presiden selanjutnya.
Selain itu, Prabowo juga akan aktif menjalin kerja sama dengan banyak negara sebagai upaya menguatkan pertahanan negara.
Hal tersebut terlihat dari banyaknya kerja sama di bidang pertahanan (Defence Cooperation Agreement) dengan berbagai negara seperti Amerika.
Dia menyebut, langkah dan upaya yang dilakukan Prabowo tersebut pun dipandang positif oleh masyarakat luas.
Sebab, langkah strategis tersebut dibutuhkan Indonesia dalam penguatan posisi di pentas internasional.
“Pandangan masyarakat kepada Prabowo jadi positif,” pungkas Fetra.