Gunung Marapi Meletus, Perlu Perhatian bagi Para Pendaki, Boleh Mendaki Tapi Jaga Jarak

Pos PGA Marapi kemudian melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk penyelamatan pendaki yang masih terjebak di puncak Marapi.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa via Tribunpadang.com
Gunung Marapi, Sumatra Barat, meletus pada Minggu (3/12/2023) sekitar pukul 14.53 WIB. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Erupsi Gunung Marapi di Provinsi Sumatra Barat, Minggu (3/12/2023), yang berdampak pada keselamatan para pendaki menjadi pengingat bagi semua pihak untuk memperhatikan rekomendasi batasan aktivitas di sekitar gunung api.

Terlebih gunung-gunung api tersebar di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, pun menjelaskan kronologinya.

Ia mengatakan, sejak 2011 sampai kini, Gunung Marapi berstatus Level II atau Waspada. Berdasarkan data, Gunung Marapi sempat meletus pada 2012, 2014, 2017, dan 2018.

Aktivitas vulkanik Gunung Marapi pada awal 2023 pun sempat terjadi, didominasi oleh terjadinya erupsi eksplosif yang berlangsung sejak 7 Januari 2023 sampai 20 Februari 2023, dengan tinggi kolom erupsi 75-1.000 meter dari puncak.

Selanjutnya erupsi berhenti dan aktivitas kegempaan lebih didominasi oleh gempa tektonik lokal dan tektonik jauh.

Kemudian, pada 18 November dan 1 Desember 2023, PVMBG mengirim laporan evaluasi Gunung Marapi dua mingguan kepada stake holder bahwa status Gunung Marapi Waspada (Level II) dengan jarak aman 3 kilometer.

Pada 3 Desember 2023 pukul 14.54, terjadi erupsi Gunung Marapi dengan ketinggian 3.000 meter.

Pos PGA Marapi kemudian melakukan koordinasi dengan Basarnas untuk penyelamatan pendaki yang masih terjebak di puncak Marapi.

Di tanggal yang sama, selama pukul 15.54-24.00 WIB terjadi 36 letusan. Tanggal 4 Desember 2023 pukul 00.00-14.00 WIB terjadi 10 kali letusan dan 49 kali embusan.

Letusan terakhir terjadi pukul 8.22 WIB dengan tinggi kolom erupsi 800 meter.

Berdasarkan informasi yang didapat, ada 49 orang berhasil dievakuasi dan selamat dari total 75 pendaki, sedangkan 11 orang menjadi korban jiwa.

Para korban berada pada jarak 1-1,5 km dari kawah. Status Gunung Marapi tetap Level II (Waspada).

"Kita selalu memberikan surat rekomendasi, satu bulan dua kali. Gunung ini selama empat tahun tidak erupsi. Ini yang berbahaya."

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved