Tak Ingin Kasus 2019 Terulang, Bawaslu Pangandaran Evaluasi Pengawasan Logistik KPU
Bawaslu Kabupaten Pangandaran mengevaluasi pengawasan logistik yang akan disalurkan KPU ke setiap TPS.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pangandaran mengevaluasi pengawasan logistik yang akan disalurkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke setiap tempat pemungutan suara (TPS).
Evaluasi tersebut dilakukan karena mengacu pada Pemilu 2019 yang sempat ada kesalahan dalam penanganan logistik.
Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Pangandaran, Iwan Yudiawan.
Dia mengatakan, pihaknya kini melakukan persiapan pengawasan logistik yang akan disalurkan KPU.
"Kita harus memastikan, yang pertama adalah tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas dan sasaran," ujar Iwan kepada Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Jumat (1/12/2023) pagi.
Subtansi yang kedua, satu pencegahan untuk bagaimana caranya agar Bawaslu dan jajarannya bisa melakukan pencegahan.
Baca juga: Bawaslu Kabupaten Majalengka Ingatkan Peserta Pemilu 2024 Ikuti Aturan Main Kampanye
Kemudian, melakukan koordinasi dan mengingatkan KPU, baik secara langsung maupun tidak langsung.
"Ini harus dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kelambatan dan kurang surat suara seperti waktu Pemilu sebelumnya yaitu tahun 2019," katanya.
Dia mengatakan, hal itu harus dilakukan secara masif, bukan hanya di tingkat kecamatan, tapi dilakukan sampai tingkat Desa.
"Saya instruksikan seperti itu," ucap Iwan.
Baca juga: Ini Hal-hal yang Tak Boleh Dilakukan saat Kampanye Pemilu 2024, Bawaslu Kota Bandung Siap Menindak
Selain itu, pihaknya juga mencoba menginventarisasi persoalan-persoalan atau kendala-kendala di Pemilu 2019.
"Contohnya, ada TPS kekurangan surat suara, salah kirim seperti yang harusnya ke TPS ini malah ke TPS itu dan ada juga yang tidak ada C planonya karena pas mau perhitungan C planonya enggak ada," ujarnya.
Di Pemilu 2024, hal seperti itu harus diantisipasi sejak dini oleh KPU Kabupaten Pangandaran beserta jajarannya.
"Makanya, dari pengalaman itu kita inventarisasi permasalahan-permasalahan dan dikoordinasikan agar menjadi bahan evaluasi untuk bagaimana logistik itu benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas," kata Iwan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Iwan-Yudiawan-Ketua-Bawaslu-Kabupaten-Pangandaran-Jawa-Barat.jpg)