Dukungan Ulama Karismatik Buat Prabowo Kuat di Masyarakat Muslim
TRIBUNJABAR.ID - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dinilai semakin menguat di masyarakat muslim. Hal itu tidak terlepas dari kehad
TRIBUNJABAR.ID - Calon Presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto dinilai semakin menguat di masyarakat muslim. Hal itu tidak terlepas dari kehadiran dari dukungan ulama karismatik kepada Menteri Pertahanan (Menhan) tersebut di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Pengamat Politik sekaligus Direktur Riset Populi Center Usep S Achyar mengatakan kehadiran deretan ulama yang mendukung Prabowo sangat memberikan dampak positif. Sebab, masyarakat Indonesia masih mendengar petuah dan saran dari para ulama.
“Tokoh-tokoh seperti ulama karismatik saya kira masih menjadi preferensi,” kata Usep dalam keterangannya, Rabu (29/11).
Seperti diketahui, Prabowo banyak sekali mendapat dukungan dari ulama dan tokoh agama besar lainnya. Mulai dari Habib Luthfi dan juga Gus Miftah yang telah menyatakan dukungan kepada Prabowo.
Bukan hanya dukungan semata, banyak juga ulama dan tokoh agama yang bahkan bergabung ke dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Salah satunya adalah pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet Cirebon KH Adib Rofiuddin Izza, sebagai Anggota Dewan Pembina.
Demikian pula para keturunan Rasullullah SAW atau yang lebih dikenal sebagai Habib juga turut menghiasi komposisi Anggota Dewan Penasihat TKN Prabowo - Gibran. Di antaranya Pengurus Lembaga Dakwah (LD) PBNU, Habib Umar Assegaf dan Wakil Ketua PCNU Kota Depok, Habib Ahmad bin Hasan Alaydrus.
Dukungan itu pun berdampak pada besarnya dukungan kelompok Islam kepada Prabowo. Hal itu terlihat dari survei Polling Institute periode 15-17 Agustus yang menemukan Prabowo bersama pasangannya Cawapres Gibran Rakabuming Raka merupakan pilihan umat muslim dengan angka 44,2 persen.
Dukungan tersebut mengungguli pasangan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 26,8 persen dan duet koalisi PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo-Mahfud MD sebesar 22,2 persen.
“Secara elektoral pasti ya ada (kenaikan). Dan dukungan dari ulama harus bisa dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Usep. (**Deni Julkarnaen**)
