Senin, 27 April 2026

Pemilu 2024

Heboh, Situs KPU Diduga Diretas Hacker Jimbo, Jual Data Pemilih Rp 1,1 M, Satgas Cyber Dikerahkan

Belakangan heboh situs KPU diduga dibobol hacker Jimbo mengklaim menjual data pemilih sekitar Rp 1,1 M. KPU sampai minta bantuan Satgas Cyber

Editor: Hilda Rubiah
Twitter (X)
Heboh situs KPU diduga dibobol hacker bernama anonim "Jimbo", klaim data DPT Pemilu 2024 dicuri dan dijual ke situs BreachForums, viral di media sosial. Kabar tersebut diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @secgron pada Selasa (28/11/2023). 

TRIBUNJABAR.ID - Belakangan heboh situs KPU diduga diretas hacker Jimbo mengklaim menjual data pemilih sekitar Rp 1,1 M.

Peretas atau hacker tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai "Jimbo".

Ia mengeklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs KPU RI.

Tak hanya itu, hacker Jimbo juga membagikan 500.000 data contoh yang berhasil ia peroleh melalui salah satu unggahan di situs BreachForums yang kerap digunakan untuk jual beli hasil peretasan.

Kabar tersebut diunggah oleh akun X (dulu Twitter) @secgron pada Selasa (28/11/2023).

Baca juga: KPU Kota Bandung Bahas Akun Medsos Parpol yang Harus Dilaporkan & Iklan Caleg dan Parpol di Media

Di dalam data yang "bocor" itu, "Jimbo" mendapatkan data pribadi, seperti NIK, nomor KTP, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, sampai kode kelurahan, kecamatan, dan kabupaten, serta TPS.

Data-data itu dijual dengan harga 74.000 dollar Amerika atau sekitar Rp 1,1 miliar-Rp 1,2 miliar.

Ia juga membagikan beberapa tangkapan layar dari situs web https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk meyakinkan kebenaran data yang didapatkan.

Dalam unggahan itu, "Jimbo" juga mengaku menemukan 204.807.203 data unik, jumlah yang hampir sama dengan jumlah pemilih di dalam daftar pemilih tetap (DPT) KPU RI sebanyak 204.807.203 pemilih.

KPU RI mengaku masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri kebocoran data pemilih tersebut.

“Sekarang lagi kita minta bantuan dari satgas cyber, sekarang yang bekerja BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), dia menaungi Mabes,” kata Koordinator Divisi Data dan Informatika KPU RI Betty Epsilon Idroos, Selasa (28/11/2023).

Ia mengaku belum dapat memastikan apakah data yang bocor tersebut terkonfirmasi data milik KPU RI atau bukan.

“Sudah kita koordinasikan, lagi di-crosscheck dulu ya,” tambahnya.

Baca juga: Cara Mencegah Akun WhatsApp Disadap Hacker hingga Disalahgunakan, Tak Perlu Pake Aplikasi Tambahan

Pada tangkapan layar lainnya, "Jimbo" mengunggah foto menyerupai halaman situs KPU yang dianggap membuktikan bagaimana ia meretas situs KPU.

Chairman Lembaga Riset Siber Indonesia (Communication & Information System Security Research Center/CISSReC), Pratama Persadha, menengarai "Jimbo" berhasil masuk ke situs KPU RI sebagai admin.

Sumber: Kompas
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved