Jumat, 10 April 2026

Kampanye Pemilu 2024

Hari Pertama Kampanye Pilpres, Pengamat Politik Sebut Tiap Paslon Punya Basis Suara Masing-masing

Tim Kampanye Daerah (TKD) masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden, sudah mulai bergerak, di hari pertama kampanye Pilpres 2024.

|
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Januar Pribadi Hamel
Istimewa
Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan mengatakan, peta Pilpres tahun ini berbeda dengan Pilpres 2019. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tim Kampanye Daerah (TKD) masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden, sudah mulai bergerak, di hari pertama kampanye Pilpres 2024.

Di Jabar, sejumlah tokoh dan politikus senior pun didapuk jadi ketua TKD. Pasangan Anies-Cak Imin menunjuk Haru Suandharu sebagai ketua tim, kemudian Prabowo-Gibran, menunjuk Ridwan Kamil dan Ganjar-Mahfud dikomandoi oleh Ono Surono.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan mengatakan, peta Pilpres tahun ini berbeda dengan Pilpres 2019.

"Menurut saya petanya agak berbeda saat ini. Pertama, ada tiga paslon. Biasanya kalau tiga paslon itu kan suaranya akan lebih terdifusi," ujar Firman, Selasa (28/11/2023).

Pada 2019, suara Prabowo di Jabar mendapat 60 persen, dipengaruhi oleh mesin politik PKS yang punya basis suara di daerah perkotaan.

"PKS hari ini mengusung pasangan AMIN (Anies-Cak Imin) ketua TKD nya kang Haru Suandharu, ada posisi misalnya di wilayah-wilayah seperti megapolitan kemudian Bandung raya itu merupakan basisnya PKS," katanya.

Basis suara untuk pasangan Ganjar-Mahfud, kata dia, ada di mesin PDIP yang tersebar di Cirebon dan wilayah Ciayumajakuning.

"Indramayu, Cirebon lalu Kuningan dan Majalengka masuk agak ke bawah Pangandaran, Ciamis itu kan basisnya PDI-P," katanya.

Melihat peta politiknya, kata dia, Pilpres tahun ini bakal lebih kompetitif dan bakal bergantung pada seberapa efektif mesin partai dan para figur bergerak.

"Tentu tadi ada figur-figur, misalnya Emil sebagai eks Gubernur Jabar yang cukup populer, tingkat kepuasan publiknya tinggi pada saat dia menjadi Gubernur, bisa menjadi potensi dan terakhir yang relatif cair bisa bergerak adalah relawan. Kalau misal ini bergerak efektif di Jabar bisa lebih kompetitif di bandingkan tahun 2019 karena menurut saya peta politiknya berubah," katanya. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved