Muslim Manchester Terpesona dengan Sistem Pendidikan Pesantren

Keempat peserta program English for Ulama berbagi cerita mengenai kondisi Islam di Indonesia

Muhamad Syarif Abdussalam
Peserta program English for Ulama berbagi cerita mengenai kondisi Islam di Indonesia kepada para pengajar dan murid di sekolah Manchester Islamic Educational Trust, Inggris, Senin (20/11/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, MANCHESTER - Keempat peserta program English for Ulama berbagi cerita mengenai kondisi Islam di Indonesia kepada para pengajar dan murid di sekolah Manchester Islamic Educational Trust, Inggris, Senin (20/11/2023).

Hal yang mendapat perhatian para murid dan pengajar di sekolah khusus perempuan tersebut di antaranya adalah sistem pengajaran di pesantren, yang merupakan jenis lembaga pendidikan Islam yang tertua dan sangat khas dari Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, peserta program yang terdiri atas Muhamad Fachrurrazi, Muhammad Luthfi, Oki Setiana Dewi, dan Neneng Yanti Khozanatu Lahpan, ini pun menjelaskan mengenai sistem pendidikan pesantren yang hanya ada di Indonesia tersebut.

Mereka menjelaskan bahwa di pesantren, para muridnya berjuluk santri dan santriwati. Semuanya tinggal dan belajar di pesantren setiap hari dalam sebuah rangkaian kegiatan terjadwal, dan hanya diperbolehkan pulang atau bertemu keluarga pada waktu-waktu tertentu.

Para pengajar dan murid dari sekolah di Manchester tersebut pun terpana saat mendengar bahwa masa belajar dan tinggal para santri serta santriwati di pesantren lebih lama dari pada masa belajar di boarding school yang mereka kenal sekalipun.

Mereka menganggap para santri dan santriwati di pesantren sudah diajarkan untuk hidup mandiri dalam sebuah komunitas sejak diri, seperti kehidupan di masa kuliah.

Hal ini, tentu saja dianggap berdampak positif terhadap sikap dan kemandirian para santri dan santriwati.

Para murid dan pengajar ini pun kembali terpana saat mengetahui bahwa pesantren di Indonesia sudah banyak yang bisa menjalankan program pendidikan dan perekonomian secara mandiri.

Bahkan sampai didorong oleh pemerintah dalam mengembangkan perekonomian di pesantren dan sekitarnya.

Governor of Manchester Islamic Educational Trust, Farroukh Zaheer, menyatakan pihaknya menyambut baik kedatangan para ulama asal Jabar bersama delegasi Biro Kesra Pemprov Jabar, British Council, dan Minhaj Welfare Foundation tersebut.

Ia pun memperkenalkan bahwa dengan jumlah muslim di Inggris yang mencapai lebih dari 4 juta orang, pihaknya menyediakan pelayanan pendidikan bagi masyarakat muslim, khususnya di Manchester.

Farroukh mengatakan selain memiliki sekolah khusus perempuan, mereka pun memiliki sekolah khusus laki-laki, dan sekolah persiapan ke jenjang perguruan tinggi.

Mereka menganggap pendidikan menjadi hal yang sangat penting bagi komunitas muslim di mana pun.

"Di sini kami pun memberikan pendidikan akhlak, etika, dan ajaran Islam kepada para murid. Kami sangat serius menanamkan nilai-nilai Islam kepada para murid di tengah keragaman penduduk Inggris," kata Farroukh.

Kepala Bidang Tata Usaha Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat, Rina Mulyana, mengatakan rangkaian program English for Ulama di Inggris ini memiliki potensi untuk memberikan dampak positif bagi kehidupan para ulama dan masyarakat luas.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved