Kedepankan Pilpres Damai, Prabowo Pilih Sosialisasi Program Ketimbang Serang Lawan
TRIBUNJABAR.ID - Calon Presiden (Capres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mengedepankan sem
TRIBUNJABAR.ID - Calon Presiden (Capres) dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mengedepankan semangat perdamaian. Menteri Pertahanan (Menhan) ini pun lebih memilih sosialisasi progam yang dimiliki ketimbang harus menyerang lawan politik untuk menghimpun dukungan masyarakat.
"Prabowo selama kontestasi ini tidak pernah menyerang siapapun," terang Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria dalam keterangannya, Minggu (05/11).
Sejak awal tahun, Hariqo menerangkan, Prabowo tidak pernah sama sekali menyerang lawan politiknya. Menurutnya, Prabowo lebih fokus untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan program dalam meneruskan kemajuan Indonesia saat ini.
"Tidak pernah menyerang siapapun gitu loh dia, lebih menyampaikan gagasannya untuk ke depan," ujar Hariqo.
Prabowo dalam setiap kesempatan selalu mengdepankan sosialisasi program unggulan yang dimiliki. Diantaranya seperti program kesehatan, pendidikan, hingga lingkungan.
Bersama pasangannya yakni Cawapres Gibran Rakabuming Raka, Prabowo menyusun program-program unggulan dalam berupaya menghimpun dukungan masyarakat. Program unggulan yang diinisiasi oleh duet Prabowo - Gibran, diantaranya Dana Abadi Pesantren.
Diketahui, program Dana Abadi Pesantren itu adalah mandat dari UU nomor 18 tahun 2019. Kemudian program berikutnya adalah bantuan untuk UMKM generasi milenial.
Bantuan ini di khususkan bagi para milenial yang memiliki bisnis berbasis inovasi dan teknologi. Selanjutnya program yang diperuntukan untuk kaum lanjut usia (lansia) yakni KIS Lansia.
Setelah itu program ke-4 yaitu Kartu Anak Sehat. Berbagai program ini kemudian berhasil meraih simpati masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Prabowo – Gibran.
Misalnya terlihat dari survei Polling Institute periode 25 – 28 Oktober 2023 dalam simulasi tiga nama yang menemukan Prabowo – Gibran meraih elektabilitas 36,2 persen. Kemudian disusul duet koalisi PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo – Mahfud MD dengan 32,8 persen dan Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar berada di posisi buncit dengan 21 persen.
Hasil serupa juga diperlihatkan dari riset Lembaga Survei Jakarta (LSJ) periode 18-26 Oktober 2023 yang lagi-lagi menemukan posisi Prabowo – Gibran di posisi pertama dengan 40,2 persen. Raihan itu unggul dari Ganjar – Mahfud sebesar 34,5 persen dan Anies – Muhaimin 19,3 persen.(**Deni Julkarnaen**)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kedepankan-Pilpres-Damai-Prabowo-Pilih-Sosialisasi-Program-Ketimbang-Serang-Lawan.jpg)