Sabtu, 25 April 2026

Cerita Joki Pacuan Kuda di Lembang, Pacu Adrenalin Saat Berlari Kencang hingga Berakhir Senang

Agar kuda jagoannya melaju kencang dan menjadi yang tercepat dari lawan-lawannya, Rega terus memecut badan kuda itu.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Rega Choerudin Nugraha (22), joki pacuan kuda, setelah bertarung dalam event pacuan kuda Lembang Cup, Minggu (5/11/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Rega Choerudin Nugraha (22), seorang joki pacuan kuda, tampak fokus saat memacu kudanya dalam event pacuan kuda Lembang Cup di Arena Pacuan Kuda Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (5/11/2023).

Agar kuda jagoannya melaju kencang dan menjadi yang tercepat dari lawan-lawannya, Rega terus memecut badan kuda itu hingga akhirnya lari kuda tersebut semakin kencang dan berhasil melewati beberapa lawan.

Ketika lari kudanya semakin kencang dan disertai suara teriakan ratusan penonton yang menyaksikan tepat di samping lintasan, kata Rega, saat itulah adrenalinnya makin terpacu dan ia bertekad menjadi juara.

"Saya sempat panik, tegang, tapi ada senangnya juga. Alhamdulillah saya bisa meraih posisi dua," ujarnya saat ditemui di Arena Pacuan Kuda Kayuambon Lembang, Minggu (5/11/2023).

Baca juga: Serunya Pacuan Kuda Tradisional di Lembang, Adu Kecepatan di Lintasan, Ada Joki yang Terjatuh

Rega mengaku bisa meraih posisi kedua itu sudah sesuai dengan target karena tentunya selain banyak joki yang andal, faktor lintasan bisa memengaruhi kemampuan dia dalam memacu kuda tersebut.

"Tadi kesulitannya (di lintasan) tanah berdebu dan permukaan tanah enggak rata, lalu di belokan juga ada lubang, jadi bisa bikin joki dan kudanya jatuh," kata Rega.

Dalam pacuan kuda itu, dia turun jadi joki di kelas Mini B dengan ukuran kuda maksimal 1,10 meter, lalu joki kuda kelas A dengan tinggi 1,16 meter, dan terakhir jadi joki kuda di kelas J.

"Tadi lawan yang paling berat dari Garut, tapi saya bisa imbangi karena pada bulan Agustus juga saya jadi joki di sini, jadi sudah dua kali turun," ucapnya.

Selama menjadi joki pacuan kuda, Rega tidak terlalu memikirkan bayaran dari sang empunya kuda karena menjadi seorang joki merupakan hobinya sehingga dapat bayaran berapa pun dia tetap merasa senang.

"Jadi joki kuda itu hanya hobi. Kalau bayaran enggak seberapa," kata Rega.

Sebelumnya, Ketua panitia Pacuan Kuda Lembang Cup, Andi Al (45), mengatakan, dalam pacuan kuda kali ini pesertanya datang dari Garut, Cilacap, Cirebon, Sumedang, Bogor, Bekasi, dan yang paling jauh dari Sulawesi Utara.

"Kalau total kuda yang datang ada sekitar 100 ekor, jokinya ada 20, jadi setiap joki ada yang turun beberapa kali," ujarnya saat ditemui di sela acara Pacuan Kuda Lembang Cup.

Dalam pacuan kuda tersebut, kata Andi, ada beberapa nomor perlombaan yang digelar seperti kelas Mini B dengan ukuran kuda maksimal 1,10 meter, dan kelas A tinggi kudanya 1,16 meter.

"Kemudian kuda besar dimulai kelas I dan kelas terbuka maksimal tinggi 1,65 meter, itu kudanya sudah ras impor. Kalau jaraknya mulai 600 meter, 800 meter, 1000 meter, 1200 meter, terakhir 1600 meter," kata Andi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved