Senin, 13 April 2026

Serunya Pacuan Kuda Tradisional di Lembang, Adu Kecepatan di Lintasan, Ada Joki yang Terjatuh

Ratusan kuda beradu kecepatan saat dipacu oleh joki dalam pacuan kuda tradisional di Arena Pacuan Kuda Kayuambon, Lembang, Minggu (5/11/2023).

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Suasana saat joki memacu kudanya dalam event Pacuan Kuda Lembang Cup di Arena Pacuan Kuda Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (5/11/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Ratusan kuda beradu kecepatan saat dipacu oleh joki dalam pacuan kuda tradisional di Arena Pacuan Kuda Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Minggu (5/11/2023).

Dalam Pacuan Kuda Lembang Cup 2023 itu, kuda berpacu kencang dengan dikendalikan oleh joki-joki andal dari berbagai wilayah di Jawa Barat agar bisa menjadi yang tercepat saat pacuan kuda tersebut.

Suara teriakan ratusan penonton dan kepulan debu dari tanah kering mengiringi kuda itu berlari dan joki tetap fokus sambil memecut kudanya agar menjadi sang juara.

Namun ada juga kuda dan jokinya yang terjatuh ketika berlari kencang.

Ketua panitia Pacuan Kuda Lembang Cup, Andi Al (45), mengatakan, dalam pacuan kuda kali ini pesertanya datang dari Garut, Cilacap, Cirebon, Sumedang, Bogor, Bekasi, dan yang paling jauh dari Sulawesi Utara.

"Kalau total kuda yang datang ada sekitar 100 ekor, jokinya ada 20, jadi setiap joki ada yang turun beberapa kali," ujarnya saat ditemui di sela acara Pacuan Kuda Lembang Cup, Minggu (5/11/2023).

Dalam pacuan kuda tersebut, kata Andi, ada beberapa nomor perlombaan yang digelar, seperti kelas Mini B dengan ukuran kuda maksimal 1,10 meter, dan kelas A tinggi kudanya 1,16 meter.

"Kemudian kuda besar dimulai kelas I dan kelas terbuka maksimal tinggi 1,65 meter, itu kudanya sudah ras impor."

"Kalau jaraknya mulai 600 meter, 800 meter, 1.000 meter, 1.200 meter, terakhir 1.600 meter," kata Andi.

Dalam lomba tersebut pihaknya mengadakan 18 race sehingga pacuan kuda ini digelar sejak pagi hingga sore hari.

Penonton yang antusias menyaksikan tetap berjubel di pinggir lintasan hingga perlombaan usai.

Selama pacuan berlangsung di setiap kelas, teriakan para penonton semakin riuh saat ada kuda dan joki yang terjatuh akibat permukaan tanah yang tak terlalu rata, tetapi kejadian itu di luar prediksi dari pihak panitia.

"Jadi kalau jatuh itu sebetulnya di luar prediksi kita ya, karena permukaan lintasannya dari tanah, idealnya kan permukaan lintasan itu dari pasir seperti tingkat nasional," ucapnya.

Andi mengatakan event Pacuan Kuda Lembang Cup ini diadakan untuk memperingati Hari Pahlawan dan Sumpah Pemuda, artinya ini merupakan event kedua setelah digelar pada bulan Agustus 2023.

"Tapi tentunya kegiatan seperti ini ingin digelar rutin, minimal 1 tahun itu bisa 2 kali. Biar Lembang hidup lagi dan ekonomi masyarakatnya semakin membaik," ujar Andi. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved