Sabtu, 18 April 2026

Kasus Subang Terungkap

"Usaha Enggak Bisa 100 Persen" Kata Eks Bendahara Yayasan Kasus Subang, Takut Ada yang Mengintai

Mantan bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional, Dedi merasa khawatir akan keselamatannya setelah buka suara soal kasus Subang.

Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
Tribun Jabar/TikTok
Mantan bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional, Dedi merasa khawatir akan keselamatannya setelah buka suara soal kasus Subang. 

TRIBUNJABAR.ID - Mantan bendahara Yayasan Bina Prestasi Nasional, Dedi merasa khawatir akan keselamatannya setelah buka suara soal kasus Subang.

Yayasan Bina Prestasi Nasional merupakan yayasan milik salah satu tersangka kasus Subang, Yosep Hidayah.

Dulunya, kedua korban pembunuhan kasus Subang, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu, menjabat sebagai pengurus yayasan.

Dengan dasar itu, muncul dugaan bahwa pembunuhan terhadap keduanya dilatarbelakangi motif kecemburuan kepengurusan yayasan.

Sebagai yang pernah bekerja di yayasan, Dedi mulai membuka persoalan terutama terkait aliran dana.

Menurut Dedi, pada tahun 2021, Yayasan Bina Prestasi Nasional menerima dana hingga Rp1,3 miliar yang bersumber di antaranya dari dana BOS dan BPMU.

Setelah membongkar hal tersebut, Dedi mengaku ketakutan keselamatannya terancam.

Ia pun meminta pendampingan hukum dalam menghadapi kasus Subang.

“Saya kan udah speak up, saya butuh perlindungan,” ujarnya, dikutip dari kanal YouTube Heri Susanto pada Minggu (29/10/2023).

Kondisi sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021).
Kondisi sekolah Yayasan Bina Prestasi Nasional milik Yosef yang berada di Desa Cijengkol, Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (14/10/2021). (Tribun Jabar/Dwiki MV)

Baca juga: "Jujur Lah Semua" Kata Eks Bendahara Yayasan Kasus Subang, Sebut Yoris Kesal Urusan Dana Dibongkar

Menurut Dedi, kecemasan akan adanya pengintaian dari pihak-pihak yang terlibat dalam kasus Subang ini menghantuinya.

Terlebih, tersangka selain Muhammad Ramdanu alias Danu, belum mengaku bahwa mereka terlibat pembunuhan Tuti dan Amalia.

“Kan saya usaha juga enggak bisa 100 persen,” katanya.

Dedi mengaku, kini pemeriksaan terkait aliran dana yayasan dilimpahkan kepadanya.

Hal itu karena rekan-rekannya di yayasan enggan menjawab pertanyaan media atau diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Jadi ke saya semua,” ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved