Minggu, 3 Mei 2026

Yoghurt yang Diduga Racuni Puluhan Anak SD di Padalarang Ternyata Tak Mengandung Zat Beracun

Kepastian itu setelah Dinas Kesehatan KBB melakukan uji laboratorium baik pemeriksaan zat kimia maupun mikrobiologi.

Tayang:
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Petugas kesehatan saat menunjukkan sampel minuman yoghurt yang diduga menyebabkan 20 murid SD di KBB keracunan, Rabu (11/10/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Yoghurt yang sebelumnya diduga menyebabkan 21 siswa SDN 1 dan 2 Cimerang, Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami keracunan massal dipastikan tidak mengandung bakteri dan zat beracun.

Kepastian itu setelah Dinas Kesehatan KBB melakukan uji laboratorium baik pemeriksaan zat kimia maupun mikrobiologi.

Dari dua hasilnya pemeriksaan tersebut tidak ada kandungan zat kimia serta bakteri berbahaya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan, mengatakan, hasil pemeriksaan dua sampel yoghurt yang dilakukan di Labkesda Jabar itu saat ini sudah keluar.

"Hasilnya negatif semua (tidak ada bakteri dan zat beracun)," ujar Nurul Rasihan saat dihubungi, Jumat (27/10/2023).

Kendati demikian, 21 siswa yang sebelumnya meminum Yoghurt tersebut mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah-muntah dan pusing, sehingga minuman itu sempat diduga menjadi penyebabnya

Petugas kesehatan saat menunjukkan sampel minuman yoghurt yang diduga menyebabkan 20 murid SD di KBB keracunan, Rabu (11/10/2023).
Petugas kesehatan saat menunjukkan sampel minuman yoghurt yang diduga menyebabkan 20 murid SD di KBB keracunan, Rabu (11/10/2023). (Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)

Sementara untuk mengetahui penyebab pasti keracunan itu pihaknya telah menerjunkan tim surveilans untuk meminta keterangan dari siswa soal jenis makanan yang dikonsumsi sebelum mengalami muntah-muntah dan mual.

"Selain siswa, orang tua juga akan diminta keterangan, jadi penyebab pastinya sedang kita telusuri kembali. Saat ini, kita sedang menunggu laporan lanjutan hasil telusur ulangnya," kata Nurul.

Sebelumnya, Wali Kelas VI SDN 1 Cimerang, Neneng Rostikawati mengatakan, jajanan tersebut terbilang produk baru yang dijual kepada para siswa kerena sebulan terakhir tidak ditemukan siswa membeli minuman tersebut.

"Yoghurt baru dijual sejak hari Senin kemarin, bahkan cucu saya sempat beli dan muntah-muntah. Tapi waktu itu saya belum sadar kalau penyebabnya dari minuman tersebut," ujarnya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan siswa, kata di, yoghurt itu ternyata dijual kepada siswa dengan harga di bawah pasar yakni Rp 2.000 per kotak, sedangkan di pasaran, harganya antara Rp 7.000-8.000 per kotak.

"Harganya lebih murah, pantas, anak banyak yang mau beli minuman itu. Kalau di minimarket kan harganya lebih mahal ya," kata Neneng.

Awal Mula Kasus

Puluhan murid SDN 1 dan SDN 2 Cimerang, Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), mengalami keracunan setelah jajan minuman di sekolah, Rabu (11/10/2023).

Berdasarkan data Puskesmas Padalarang ada 20 murid yang mengalami keracunan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved