Jumat, 29 Mei 2026

Pemilu 2024

AHY Bantah Pertemuan SBY dan Prabowo Bahas Tukar Guling: "Kami Dukung Siapa Pun Cawapresnya"

Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau kerap disapa AHY, memimpin rapat pleno pengurus DPP Demokrat pada Jumat (13/10/2023).

Tayang:
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Momen saat Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin rapat pleno pengurus DPP Demokrat, Jumat (13/10/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono atau kerap disapa AHY, memimpin rapat pleno pengurus DPP Demokrat pada Jumat (13/10/2023).

AHY menyampaikan dua agenda utama dalam rapat tersebut.

Pertama, pembaharuan perkembangan situasi politik terkini mengenai pemilihan presiden. Kedua, pemilihan anggota legislatif.

"Alhamdulillah, setelah kami deklarasi dukungan capres kepada Pak Prabowo, penerimaan publik secara umum positif. Ada sekitar 60 persen mengatakan langkah kami sudah tepat keluar dari koalisi sebelumnya dan 54 persen tepat bergabung ke koalisi mendukung capres Prabowo Subianto," katanya, Minggu (15/10/2023).

AHY pun menegaskan pihaknya berkomitmen untuk tetap fokus memenangkan Prabowo Subianto sebagai presiden Indonesia kedelapan.

Kepada para pengurus DPP Demokrat, AHY pun menjelaskan pertemuan SBY dan Jokowi pada 3 Oktober lalu.

Menurut AHY, pertemuan itu didorong para elite pimpinan partai Koalisi Indonesia Maju.

"Demokrat ada dalam koalisi Indonesia maju, tentunya secara umum partai-partai pengusung ialah partai yang ada di dalam pemerintahan."

"Jadi, jika Pak SBY bertermu silaturahim dengan Presiden Jokowi akan bagus. Terlebih, mungkin terakhir one on one pertemuan, seperti empat tahun lalu," katanya.

Selain itu, AHY pun menampik informasi yang beredar bahwa pertemuan itu membahas tukar guling, semisal mendukung cawapres tertentu, maka Demokrat akan mendapat jatah menteri.

"Jadi, itu tak benar 100 persen. Tak ada pembicaraan terkait hal itu. Urusan kabinet tentu semua menjadi hak preogratif presiden sehingga hanya Pak Presiden yang bisa mengutarakannya," ucapnya.

Adapun terkait cawapres, AHY mengaku masih terus dilakukan penggodokan dan mengaku para ketua umum partai pengusung Indonesia Maju diundang Prabowo untuk membahas banyak hal.

Sebagai pendatang paling baru, kata AHY, Prabowo selalu membuka ruang untuk diskusi dengan Demokrat.

"Apa yang dipikirkan dan apa yang menjadi pandangan dari Demokrat, kami mempunyai hak di sana dan kami dibuka ruang memberikan pandangan serta menyampaikan aspirasi."

"Kami tak mengusulkan kader utama, tapi kami menyampaikan baik juga untuk dipikirkan, nama Bu Khofifah dengan sejumlah faktor dan pertimbangan."

"Namun, akhirnya kami kunci dengan kalimat jelas, yang menjadi masukan Demokrat, selebihnya pengambilan keputusan soal cawapres ya dikembalikan ke pak Prabowo," katanya.

Posisi Demokrat, lanjutnya, ada tiga, yakni pertama ingin Prabowo menang dalam pilpres, kedua kewenangan untuk memilih cawapres ditentukan Prabowo sebagai capres, dan ketiga Demokrat akan berjuang penuh memenangkan Prabowo.

Dengan demikian, kata AHY, siapa pun nanti pasangan Prabowo, Demokrat akan mendukungnya, serta tentu Demokrat bisa bangkit juga sukses besar dalam pemilu 2024.

Terkait agenda pileg 2024, AHY mendorong semangat kader untuk senantiasa bertemu rakyat sebanyak-banyaknya.

Pasalnya, kata AHY, semakin banyak bertemu masyarakat, maka semakin mungkin kemenangan itu membaik.

"Saya hanya ingatkan, jangan sampai jumlah baliho lebih banyak daripada jumlah suara di TPS."

"Tapi, saya akui semangat (kader) luar biasa. Itu bagus dan harus dipertahankan."

"Serangan darat, ketuk pintu, door to door, warung ke warung, balai pertemuan ke balai pertemuan, tolong itu semua tetap dilakukan, ditambah serangan udara harus dilakukan juga," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved