Dosen dan Mahasiswa Polban Kembangkan Simulator Lift 4 Lantai Berbasis Sistem Keamanan RFID
Teknologi lift dengan sistem keamanan tersebut umumnya digunakan di hotel dan perkantoran yang membutuhkan keamanan pada setiap lantai bangunan.
TRIBUNJABAR.ID - Sebagai bentuk pengabdian dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Bandung kepada masyarakat, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan, tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin telah mengembangkan simulator lift 4 lantai yang dilengkapi dengan sistem keamanan berbasis Radio Frequency Identification (RFID).
Teknologi lift dengan sistem keamanan tersebut umumnya digunakan di hotel dan perkantoran yang membutuhkan keamanan pada lantai tempat kamar atau ruang berada. Pada hotel dengan lantai banyak, penghuni kamar tertentu hanya bisa mengakses lantai di mana kamarnya berada. Sistem keamanan ini umumnya menggunakan teknologi RFID menyatu dengan kunci kamar hotel (key card).
Simulator lift 4 lantai dirancang untuk membantu siswa SMK dalam praktikum pengendalian motor listrik dan pemrograman Programmable Logic Controller (PLC). Melalui simulator lift tersebut siswa SMK dapat mempelajari pengendalian motor listrik dan pemrograman PLC dengan menggunakan metode perbelanjaran berbasis masalah (Problem Based Learning).
“Kita terus memperkenalkan metode pembelajaran modern yang menjadikan siswa atau mahasiswa sebagai pusat pembelajaran menggantikan guru atau dosen yang saat ini masih banyak sebagai pusat pembelajaran,” kata Prof Dr Ir Noor Cholis Basjaruddin MT selaku ketua tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat.
Simulator lift 4 lantai yang dikembangkan oleh tim PkM Politeknik Negeri Bandung telah diperkenalkan ke siswa dan guru SMK Negeri 6 Bandung yang menjadi mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan serah terima alat.
Melalui kegiatan pelatihan tersebut diharapkan pembelajaran pengendalian motor dan pemrograman PLC menggunakan simulator lift dan metode PBL dapat dilaksanakan di SMK Negeri 6 Bandung.
Kegiatan PkM dapat dilaksanakan dengan pembiayaan dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (DAPTV) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknolog melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
“Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, kami berharap Polban dapat lebih berperan dalam membantu masyarakat khususnya dalam peningkatan kualitas lulusan SMK. Politeknik dan SMK sama-sama pada jalur pendidikan vokasi, jika keduanya saling bekerjasama maka pendidikan vokasi di Indonesia diharapkan akan meningkat kualitasnya,” kata Dr Ir Rachmad Imbang Tritjahjono MT selaku anggota tim pelaksana PkM Polban yang juga mantan Direktur Politeknik Negeri Bandung.
Selaku mitra kegiatan, SMK Negeri 6 Bandung turut membantu memberikan masukan terutama dalam penyempurnaan simulator lift dan panduan praktikum agar cocok dengan kebutuhan pembelajaran di SMK Negeri 6 Bandung.
“Kami berharap kerjasama antara Polban dan SMK Negeri 6 Bandung dapat berlanjut agar kualitas lulusan sekolah kami dapat meningkat,” kata Drs H Agus Rustiadin MMPd selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Bandung.
Agar alat praktikum yang telah dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh siswa SMK Negeri 6 Bandung, tim PkM Polban akan membantu para guru SMK Negeri 6 Bandung dalam pemanfaatkan alat praktikum tersebut. Polban juga siap bekerjasama dengan SMK lain untuk mengembangan alat praktikum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Serah-Terima-Simulator-Lift-dari-Tim-PkM-Polban-ke-SMK-Negeri-6-Bandung.jpg)