Rabu, 15 April 2026

Dua Bocah di Pamanukan Subang Terjangkit Difteri, Dinkes Langsung Lakukan Tracing

Kondisi MZ kini masih menjalani penanganan medis di RSHS Bandung dengan tak sadar, sedangkan BR kini berada di RSUD Ciereng

|
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Ahya Nurdin
Kadinkes Subang, dr.Maxi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Dua orang anak di Pamanukan, Kabupaten Subang, terjangkit penyakit difteri.

Dua anak tersebut masing-masing berinisial MZ (9) dan BR (12) asal Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang ini terdiagnosa penyakit difter.

Kondisi MZ kini masih menjalani penanganan medis di RSHS Bandung dengan tak sadar, sedangkan BR kini berada di RSUD Ciereng dengan kondisi stabil.

Menurut Kadinkes Subang dr. Maxi, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat untuk melakukan tracing dengan menyasar yang sudah kontak erat langsung dari kedua anak itu.

Total, sebanyak 15 orang yang telah dilakukan tracing oleh petugas kesehatan.

Baca juga: Kasus Difteri Terus Bermunculan, Kenali Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

"Karena ini menurut teori harusnya kejadian luar biasa. Kami sudah melakukan tracing setelah adanya laporan, kemarin didapatkan sebanyak 15 orang yang kontak erat," ujar Maxi saat memberikan keterangan kepada Tribunjabar.id, Jumat (6/10/2023).

"Jadi kita seperti diingatkan kembali memori Covid-19. Kami sudah tracing kepada teman-teman sekolah dari anak ini, nah tadi pagi kami sudah mengambil sample dari tenggorokan, untuk melihat mereka tertular atau tidak," sambungnya.

Dikatakan Maxi, Difteri adalah penyakit menular yang dapat disebarkan melalui batuk, bersin, atau luka terbuka. Gejalanya termasuk sakit tenggorokan dan masalah pernapasan.

Penyebab utama difteri adalah infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae, yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit.

"Penyakit ini dapat menyerang orang-orang dari segala usia dan berisiko menimbulkan infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. Pengobatannya meliputi antibiotik dan antitoksin untuk mematikan bakteri. Salah satu langkah pencegahan difteri yang paling efektif adalah mendapatkan vaksinasi difteri,"katanya

Infeksi ini dapat menular melalui partikel di udara, benda pribadi, peralatan rumah tangga yang terkontaminasi, serta menyentuh luka yang terinfeksi kuman difteri.

"Selain penularan difteri juga bisa terjadi melalui air liur seseorang. Bahkan jika orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda atau gejala difteri, mereka masih dapat menularkan bakteri hingga enam minggu setelah infeksi awal," ungkapnya.

Baca juga: Atalia Monitor Langsung Imunisasi Difteri di Garut, Ingatkan Ibu-ibu Lakukan Pencegahan Penyakit

Lanjut Maxi, Bakteri paling sering menginfeksi bagian hidung dan tenggorokan. Setelah menginfeksi, bakteri melepaskan zat berbahaya yang disebut racun yang kemudian menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan lapisan abu-abu tebal.

"Lapisan ini umumnya terbentuk di area hidung, tenggorokan, lidah dan saluran udara. Dalam beberapa kasus, racun ini juga dapat merusak organ lain, termasuk jantung, otak, dan ginjal, sehingga berpotensi menimbulkan komplikasi yang mengancam jiwa," ucapnya

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved