Pengmas Mahasiswa Universitas Bhakti Kencana Ikut Bantu Penurunan Stunting Melalui Program Genting
TRIBUNJABAR.ID - Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi 22 Agustus 2023, Pembukaan KKN Universitas Bhakti Kencana yang dilaksanakan di Kecam
TRIBUNJABAR.ID - Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi 22 Agustus 2023, Pembukaan KKN Universitas Bhakti Kencana yang dilaksanakan di Kecamatan Cimahi Utara secara serentak pada tanggal 22 Agustus 2023 yang dihadiri oleh Bappelitbangda kota Cimahi, wakil rektor Universitas Bhakti Kencana, kelurahan, kepala puskesmas, dosen pembimbing dan Mahasiswa/I KKN PPM Tematik dari berbagai kelompok yang berbeda yakni dari Cimahi Tengah, Cimahi Selatan dan Cimahi Utara.
Kegiatan ini menjadi pembuka untuk kelompok KKN PPM Tematik Universitas Bhakti Kencana khususnya yang bertempat KKN di kota Cimahi. Dalam hal upaya menurunkan angka stunting tidak harus di lakukan oleh pejabat atau pemegang kebijakan.
Semua unsur masyarakat pun dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan stunting. Mahasiswa/I Kelompok 12 KKN-PPM TEMATIK Universitas Bhakti Kencana dibawah Lembaga LPPM-UBK yang mengusung tema “UBK Mapay Lembur Ngamumule SDGs” ikut berperan aktif dalam pencegahan stunting khususnya di wilayah Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan melalui kegiatan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Kelompok 12 KKN-PPM Tematik Universitas Bhakti Kencana beranggotakan 20 mahasiswa dari 4 fakultas yang berbeda yang diketuai oleh Muhamad Alfy Kafabiyan dan di wakil ketuai oleh Shandy Alfiansyah, bersama anggotanya Amanda Putri, Linda Aprianti, Lisniawati Pratiwi, Intan Rahmawati, Siti Riska Chaerani, Dea Martiana, Najah Ferista, Dedeh Popon, Okran Yubertu Tloim, Rendy Syahputra, Kholpi Maharani Mahmi, Shella Meylinda, Esra Yulianti Manullang, Lolanda Putri Audya, Widya Arumningtyas, Siska Nurul Agustiani, Vebby Vebryan Rahmawati, dan Okky Lyonaldo.
Selain itu, kegiatan KKN ini melibatkan dosen pembimbing dari berbagai prodi dan fakultas yang terdiri dari 6 dosen pembimbing yang diketuai oleh ibu Tuti Suprapti,S.Kp.,M.Kep bersama anggotanya ibu Cici Valiani, S.ST., M.Kes, bapak Uum Safari, ibu Vivop Marti Lengga, S.Kep.,Ners., M.Kep, ibu Sri Soleha, SST dan ibu Isvianti M.Tr.Keb.
Stunting? Bukankah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi masyarakat, kasus stunting tengah menjadi sorotan bahwa stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang masih terus dihadapi oleh Indonesia, begitupun di Kota Cimahi yang dimana berdasarkan penuturan dari sekertaris lurah Cibeureum yaitu bapak Yeddy Garmana, S.E bahwa “ Kota Cimahi memiliki kasus stunting yang cukup tinggi yaitu dengan jumlah 250 Anak pada februari 2023 atau sekitar 6,8 persen” tuturnya dalam sesi wawancara oleh mahasiswa universitas bhakti kencana.
Di kelurahan Cibeureum sendiri berdasarkan data yang ada di Puskesmas Cibeureum terdapat 22 anak balita yang terindikasi mengalami stunting / masalah gizi di rentang usia 1-5 tahun. Apakah hal ini dikarenakan ketidaktahuan masyarakat terhadap stunting? ataukah kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan gizi dan vitamin pada makanan untuk nutrisi yang baik bagi balita?
Setelah dilakukan pengkajian dan pencarian informasi mengenai stunting di Kelurahan Cibeureum, tingginya angka stunting ini dikarenakan oleh faktor langsung yaitu kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan gizi dan vitamin pada makanan sehingga balita tidak mendapatkan nutrisi yang baik, serta kurangnya kesadaran masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) seperti cara cuci tangan yang baik dan benar, yang masih jarang diterapkan sehingga menjadi penyebab tidak langsung terjadinya stunting.
Maka dari itu, melihat tingginya angka stunting di kelurahan Cibeureum, Mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 12 terjun langsung melaksanakan program penyuluhan stunting bersamaan dengan kegiatan rutin Posyandu Balita dalam program pemberian Makanan Tambahan (PMT), kegiatan PMT ini di selenggarakan selama 10 hari dari tanggal 21-31 Agustus 2023.
Ibu Yuni Vianingsih, SKM.,MKM selaku ahli gizi puskesmas Cibeureum mengatakan “hal yang mendasari kegiatan PMT tersebut adalah masih tingginya angka stunting di Kelurahan Cibeureum yang di sebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keseimbangan gizi khususnya pada balita”.
Selain kegiatan PMT secara rutin dilakukan, mahasiswa/i KKN kelompok 12 Universitas Bhakti Kencana melakukan kegiatan penyuluhan mengenai demontrasi cuci tangan yang baik dan benar dengan tujuan agar meningkatkan kesadaran masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat.
Kegiatan ini di selenggarakan pada Kamis, 31 Agustus 2023 di PAUD Ar-Rohmah. Dalam kegiatan ini murid PAUD diajak melakukan gerakan cuci tangan 6 langkah yang baik dan benar dengan lantunan syair cuci tangan dengan tujuan agar anak-anak PAUD mudah mengingat gerakan cuci tangan yang baik dan benar tersebut melalui lagu syair cuci tangan.
Selain melakukan demontrasi cuci tangan, mahasiswa/i melakukan penyuluhan tentang makanan yang bergizi, tentu kegiatan ini mendapatkan antusiasme dari para siswa PAUD dan para orangtua siswa yang sangat aktif.
Mengingat halnya bahwa stunting adalah salah satu masalah kesehatan yang cukup serius, tentu perlu di adakannya edukasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu mahasiswa/i KKN kelompok 12 Universitas Bhakti Kencana mengadakan sosialisasi gebyar dengan tema “Gerakan Pencegahan Stunting” dengan penyampaian materi mengenai penyuluhan seputar gizi seimbang, bahaya merokok dan materi mengenai stunting.
Kegiatan ini melibatkan Dosen pembimbing yaitu ibu Tuti Suprati,S.Kp.,M.Kep dan 2 pemateri dari pihak mahasiswa yaitu Rendy Syahputra dan Shella Meylinda serta dari pihak Puskesmas Cibeureum yaitu ibu Yuni Vianingsih, SKM., MKM dan ibu Syafaatun Nafiah., SKM.
“Stunting itu bisa kita intervensi atau yang paling responsif adalah pada 1.000 hari pertama kehidupan, karena 1000 hari pertama kehidupan ini adalah kunci untuk mencegah stunting” ucap ibu Yuni Vianingsih, SKM., MKM.
Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian sertifikat kepada para pemateri sebagai bentuk apresiasi. Tentu halnya kegiatan penyuluhan ini juga memberikan pengaruh yang baik karena meningkatkan wawasan masyarakat khususnya mengenai seputar stunting, hal ini di buktikan berdasarkan hasil data perbandingan persentase jawaban kuesioner pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan nilai persentase. Dengan ini menunjukan bahwa materi yang di sampaikan tersampaikan dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/1-Pengmas-Mahasiswa-Universitas-Bhakti-Kencana-Ikut-Bantu-Penurunan-Stunting.jpg)