Senin, 20 April 2026

Makna Pertemuan Jokowi-SBY Menurut Pengamat, Jokowi Ingin Belajar dari SBY

Pertemuan itu kata Kamhar, terjadi pada Senin (2/10/2023) sore tadi yang kabarnya terjadi di Istana Bogor, Jawa Barat.

Editor: Ravianto
taufik ismail/tribunnews
Iring-iringan mobil SBY saat masuk ke Istana Bogor, Senin (2/10/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Senin, (2/10/2023).

Kabar pertemuan itu sudah dibenarkan oleh Partai Demokrat.

Deputi Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani yang mengatakan kalau SBY dan Jokowi sudah bertemu.

Pertemuan itu kata Kamhar, terjadi pada Senin (2/10/2023) sore tadi yang kabarnya terjadi di Istana Bogor, Jawa Barat.

"Benar sore tadi ada silaturahmi kebangsaan antara Pak SBY dan Pak Jokowi," kata Kamhar saat dikonfirmasi Tribun, Senin (2/10/2023).

Kamhar memastikan, pertemuan itu pasti ada kaitannya dengan agenda politik kebangsaan.

Hanya saja, Kamhar tidak membeberkan secara detail soal apa saja yang dibahas dalam pertemuan antara SBY dengan Jokowi tersebut.

"Pertemuan dua Presiden, Presiden RI ke-6 Pak SBY dan Presiden Jokowi tentu yang dibicarakan terkait politik kebangsaan dan politik kenegaraan," kata Kamhar.

Dirinya hanya meyakini, kalau pertemuan itu merupakan bagian dari silaturahmi politik yang diyakininya akan membuat dinamika politik menjadi lebih sejuk.

Pandangan Pengamat

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin, memaknai pertemuan itu sebagai silaturahmi, guna menjajaki segala kemungkinan yang ada ke depannya.

Yang pertama, menurut Ujang, bisa jadi Presiden Jokowi ingin belajar dari SBY, bagaimana mengakhiri jabatan sebagai pemimpin negara secara "soft landing".

Sebab Ujang melihat dengan kondisi saat ini agak berat bagi Jokowi untuk mengakhiri jabatannya nanti di 2024 dengan aman.

"Saya sih melihat Jokowi ingin kelihatannya ingin belajar dari SBY soal landing, artinya ketika dulu SBY landing 2014 itu kan smooth, aman, walaupun ketika itu SBY sudah mempersiapkan landingnya setahun terakhir," kata Ujang saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (3/10/2023).

Yang kedua, kata Ujang, memaknai pertemuan itu mungkin saja membahas isu-isu strategis, terutama urusan pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved