Senin, 20 April 2026

Bandung Akan Miliki Dua Koridor LRT yang Hubungkan Tegalluar dengan Dago

Dua rute lintas rel terpadu (LRT) akan dibangun di Bandung Raya dalam waktu dekat untuk mengintegrasikan dengan stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung.

Editor: Giri
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Warga berfoto seusai menjajal Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Stasiun Tegalluar, Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/9/2023). Pemerintah akan membangun LRT dari Tegalluar ke Dago. 

TRIBUNJABAR.ID - Dua rute lintas rel terpadu (LRT) akan dibangun di Bandung Raya dalam waktu dekat untuk mengintegrasikan dengan stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung, Whoosh.

Stasiun kereta cepat di Tegalluar dengan kawasan Dago di Bandung utara akan terhubung dengan LRT.

"Kalau dari timeline kita 2027 atau 2028 mulai dikonstruksi," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Koswara, di Stasiun Bandung, Senin (2/10/2023).

LRT, ujarnya, akan melayani dua koridor, yakni Tegalluar-Leuwipanjang dan Leuwipanjang-Dago. 

"Anggaran pembangunan LRT ini antara Rp 10,9 triliun sampai Rp 11 triliun per koridor. Itu hanya konstruksi, belum tanahnya. Kalau dua koridor sekitar Rp 2 triliun untuk tanah, jadi kurang lebih bisa Rp 13 triliun untuk satu koridor termasuk infrastruktur dan sarananya," katanya.

Ia mengatakan memang Presiden Joko Widodo menitipkan terkait integrasi transportasi. Satu di antaranya untuk kereta cepat.

Yang telah beroperasi, katanya, adalah kereta feeder dari Stasiun Padalarang ke Stasiun Bandung.

"Sekarang paling utama kan ini pakai kereta api feeder dari kota Bandung ke Padalarang. Kalau dari Tegalluar, perhitungannya Tegalluar itu sisa yang tidak turun di Padalarang, itu sekarang lebih banyak dilayani oleh bus," tuturnya.

Baca juga: Masyarakat Masih Bisa Naik Kereta Cepat Whoosh Gratis Meski Sudah Diresmikan, War Ticket Lagi

Ia mengatakan jika minat penumpang di Stasiun Tegalluar meningkat, akan ditambah akses transportasi massalnya.

"Kita lihat situasinya, kalau makin banyak turun di Tegalluar pasti akan kita segera siapkan dengan sebaik-baiknya. Tapi kalau dari aspek rencana sih kita sudah punya, hanya perlu waktu," katanya.

Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, mengatakan, dengan diresmikannya Whoosh, Kota Bandung akan menerima berbagai manfaat berupa pergerakan perekonomian, dari mulai pariwisata hingga industri.

"Bisa menggairahkan untuk berbagai macam industri yang ada di Kota Bandung, pariwisata, UMKM dan sebagainya," kata Bambang di Stasiun Bandung.

Hal yang harus dilakukan, ujarnya, adalah mengintegrasikan Whoosh dengan jaringan transportasi lainnya di Bandung Raya, yakni bus raya terpadu (BRT) dan lintas rel terpadu (LRT).

"Sudah direncanakan sebelumnya ya bagaimana BRT dan LRT. Nah ini sebuah konsekuensi yang tentunya harus kita persiapkan," ujarnya.

Pakar Transportasi dari Institut Teknologi Bandung, Sony Sulaksono, mengatakan, pembangunan LRT sudah diwacanakan sejak lama.

Baca juga: Menanti Keuntungan Negara dari Operasional Kereta Cepat Whoosh Usai Diresmikan Jokowi

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved