Senin, 18 Mei 2026

Keracunan Massal di Cianjur

Makanan Diduga Penyebab Keracunan Massal di Cianjur Dikirim ke Labkesda, Hasilnya Keluar 2 Minggu

Sejumlah sampel makanan yang diduga mengakibatkan puluhan warga di Kampung Kebon Manggu RT 04/07, Cianjur, dibawa ke Labkesda Jabar.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Giri
Tribun Jabar/Fauzi Noviandi
Korban keracunan saat diperiksa tenaga kesehatan di musala di Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Senin (2/10/2023). 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sejumlah sampel makanan yang diduga mengakibatkan puluhan warga di Kampung Kebon Manggu RT 04/07, Desa Ciharashas, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, dibawa ke Labotarium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat. 

Kabid Pencagahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya, mengatakan, sampel makanan itu akan diuji untuk mengetahui apakah tercemar zat berbahaya atau tidak. 

 "Sampel yang kami bawa yaitu makanan dari nasi kotak, terdiri atas nasi, bihun, telur bumbu. Selain itu juga muntahan dari korban," kata Frida saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (2/10/2023).  

Sejumlah sampel makanan tersebut, lanjut dia, dibawa ke Labkesda Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui penyebab puluhan warga mengalami keracunan

"Hasilnya akan keluar sekitar satu hingga dua minggu," kata dia. 

Maka, untuk mendapatkan kepastian penyebab keracunan massal itu, pihaknya akan menunggu hasil dari laboratorium.

Mengenai jumlah korban, Frida mengatakan berjumlah 78 orang hingga tadi malam.

"Empat di antaranya dirujuk ke RSUD Cianjur, dan empat lainya dibawa ke RS Dr Hafidz. Sedangkan yang ditangani di lokasi kejadian 69 orang," ucapnya. 

Frida mengatakan, jumlah korban yang sudah membaik sehingga dibolehkan pulang sebanyak 62 orang. Sedangkan korban yang masih ditangani ada tujuh orang. 

Baca juga: Puskesmas Penuh, Sebagian Korban Keracunan Massal Nasi Kotak di Cianjur Dirawat di Musala

30 anak-anak

Sebelumnya, warga mengalami gejala pusing, mual, dan muntaber setelah menyantap hidangan dalam acara perayaan hari besar Islam (PHBI), Minggu (1/10/2023).

Sofiyah, bidan Desa Ciharashas, mengatakan, dari 78 warga yang keracunan, sebanyak 30 di antaranya adalah anak-anak.

"Penangan warga yang mengalami keracunan sempat dilakukan di musala atau madrasah di sekitar lokasi kejadian karena jarak ke puskesmas dan rumah sakit jauh," kata Sofiyah, Senin.

Baca juga: BREAKING NEWS Puluhan Warga di Cianjur Alami Keracunan Massal, Alami Muntaber usai Makan Nasi Kotak

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved