Persib Bandung
Persib Bandung Sempat Lengah setelah Gol David da Silva, Pemain Gugup dan Terburu-buru
Di sisi lain, pelatih Bhayangkara Presisi Indonesia, Emral Abus menyampaikan permohonan maafnya kepada semua pihak atas kekalahan timnya
Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gol Ciro Alves di penghujung pertandingan memastikan kemenangan Persib Bandung atas Bhayangkara Presisi Indonesia, dengan skor 2-1, dalam laga yang berlangsung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (23/4).
Dua gol Persib dicetak oleh David da Silva pada menit ke-26 dan Ciro Alves menit ke-95.
Sedangkan gol bagi Bhayangkara Presisi Indonesia dihasilkan oleh Mathias Mier pada menit ke-34.
Kemenangan atas Bhayangkara Presisi Indonesia, ini pun bukan hanya Maung Bandung mampu melanjutkan tren positifnya enam laga belum terkalahkan.
Namun juga mengangkat prestasi Persib yang kini menempati peringkat kelima di papan klasemen sementara liga 1 musim ini, dengan mengkoleksi 21 poin dari 13 laga yang telah dimainkan.
Sebab, ia menilai bahwa timnya tampil sempurna dengan masih melakukan beberapa kesalahan, salah satunya dalam memanfaatkan peluang dalam penyelesaian akhir.
"Saya rasa ini merupakan sebuah pertandingan yang menghibur, dan para pemain mampu memulai pertandingan dengan cukup baik. Bahkan di 15 menit awal babak pertama kami memiliki beberapa peluang untuk bisa menghasilkan gol," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Akan tetapi dirinya cukup menyesalkan, karena menurutnya para pemain gugup dan terburu-buru dalam menuntaskan penyelesaian akhir, sehingga masih banyak melakukan kesalahan.
Ia pun menilai, setelah timnya berhasil mencetak gol pembuka keunggulan, para pemain malah lengah sehingga membuka kesempatan bagi tim lawan untuk bisa menyamakan kedudukan.
Baca juga: Statistik Pertandingan Bhayangkara FC vs Persib Bandung, Duo Brasil Pahlawan, Possesion 54 Persen
"Kelengahan para pemain, bisa dimanfaatkan para pemain tim lawan untuk mendapatkan beberapa peluang melalui servis bola mati. Apalagi masuknya pemain nomor 18 (Crislan Henrique) membuat sedikit tekanan lebih bagi kami," ucapnya.
"Meskipun dalam latihan, kami sudah mengantisipasi permainan mereka ketika melakukan servis bola mati, termasuk salah satunya peluang melalui lemparan ke dalam, tapi ternyata hal itu belum cukup," lanjutnya.
Bojan menuturkan, di babak kedua dirinya mencoba memasukkan beberapa pemain dalam rotasi, salah satu Ciro Alves untuk memberikan perubahan dan kembali mengatur tempo permainan seperti di awal babak pertama, sekaligus meningkatkan ketajaman timnya.
Menurutnya, meski Ciro dimasukan sekitar 30 menit menjelang akhir pertandingan. Akan tetapi dirinya percaya bahwa Ciro akan mampu memberikan perubahan terhadap sentuhan tim dalam peluang mencetak gol.
"Meskipun, kita tahu kondisi Ciro belum memungkinkan untuk bermain penuh, tapi dia bisa memanfaatkan situasi untuk tetap menjadi pemain yang berbahaya berapa menit pun yang ia miliki," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bojan-hodak-biru-persib.jpg)