TRAGIS Bocah SD Dipukul Guru Menggunakan Penggaris Besi, Tulang Tengkorak Pecah, Otak Nyaris Keluar

Seorang gadis menjalani operasi darurat mengangkat serpihan tulang setelah gurunya diduga memecahkan tengkoraknya dengan penggaris logam.

Penulis: Magang Tribunjabar | Editor: Ravianto
weibo
Bocah SD di China yang dipukul guru menggunakan penggaris besi saat dioperasi. Bocah 9 tahun itu dipukul di dahinya pada 9 September 2023 lalu. 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang siswi SD harus menjalani operasi darurat mengangkat serpihan tulang setelah gurunya diduga memecahkan tengkoraknya dengan penggaris logam. 

Tindakan guru bermarga Song tersebut yang memicu kemarahan di media sosial China dimana berita ini viral.

Insiden tersebut terjadi pada pukul 4 sore (9/8/2023) saat kegiatan ekstrakurikuler SD Bocai Meixihu di Provinsi Hunan, China.

Dilansir dar scpm.com, ketika Song diduga menggunakan penggaris segitiga logam untuk memukul kepala siswa itu.

Pukulan menggunakan penggaris logam itu meninggalkan luka sedalam 5 cm yang membuat tengkoraknya retak.

Motif dari serangan tersebut belum terungkap.

Setelah kejadian tersebut, Song sang gurumembawa gadis tersebut ke dokter sekolah, yang mendiagnosa luka yang dialaminya sebagai luka ringan dan mengatakan bahwa hanya perlu dijahit.

Pihak sekolah kemudian mengirim gadis itu ke rumah sakit terdekat, tetapi dokter di sana tidak segera memberikan perawatan darurat.

Mereka beralasan membutuhkan persetujuan keluarga. Pada titik inilah sekolah akhirnya memberi tahu orang tua gadis itu.

Ibu gadis itu mengatakan bahwa dokter rumah sakit yang merawat putrinya akan menjahit luka di kepalanya atas saran pihak sekolah.

Tetapi sang ibu  memohon kepada tenaga medis untuk melakukan tes medis dan membuat diagnosis formal.

Hasil tes menunjukkan bahwa tengkorak gadis itu retak dan fragmen tulangnya bersarang di kepalanya dan membutuhkan pembedahan segera.

Butuh waktu hampir lima jam untuk mengeluarkan pecahan-pecahan tengkorak yang hancur di dalam tempurung kepala.

Sang ayah"Otaknya hampir keluar," kata bibi gadis itu kepada Jiupai News. "Itu bisa berakibat fatal."

Ayah gadis itu mengatakan bahwa dia masih dalam perawatan intensif, dan kondisinya tetap serius.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved