Dikenal Pendiam, Remaja di Rancaekek Ini Ternyata Ketua Geng Motor, Bikin Kaget Warga
Warga Kampung Rancalongong, RT 03, RW 11, Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, dikagetkan dengan banyaknya polisi.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kampung Rancalongong, RT 03, RW 11, Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, dikagetkan dengan banyaknya polisi yang berdatangan ke kampung mereka sejak kemarin hingga hari ini, Selasa (12/9/2023).
Ketua RW 11 Solokan Jeruk, Asep Dedi, mengatakan, warga masih bertanya-tanya, sebenarnya ada apa.
"Warga awalnya tak mengetahui, tapi kini sudah tahu. Saya saja baru tahu tadi pagi dari Pak Kapolsek," kata Asep, saat ditemui di dekat rumah yang kerap dijadikan markas oleh kelompok geng motor yang berulah di Rancaekek, Selasa (12/9/2023).
Asep mengatakan, pihaknya merasa kaget dan tak menyangka ada anak di wilayah itu ikut geng motor hingga melakukan pemukulan.
Bahkan warganya itu merupakan ketua geng tersebut meski masih di bawah umur.
"Anak-anak itu ngumpul di sini tahunya lagi main PS, bukan geng-gengan gitu. Sebab saya juga sempat ngontrol lagi pada main PS," ujar Asep.
Menurut Asep, mereka berkumpul di rumah itu tak setiap hari. Paling saat malam Minggu atau lainnya.
"Di sini mereka tak meresahkan, cuma ngumpul gitu, main PS. Belum pernah ada keributan atau apa, jadi ya, saya tak menyangka," kata dia.

Selain itu, kata Asep, anak tersebut dikenal warga sebagai sosok pendiam, jarang gaul dengan warga. Dia berusia 16 tahun dan masih sekolah.
"Jadi enggak nyangka saja (jadi ketua geng). Memang banyak yang datang anak-anak dari kuar, nyangkanya, ya teman sekolahnya," ucapnya.
Mungkin, kata Asep, anak itu pendiap di rumah karena ada orang tuanya.
Baca juga: MIRIS, Geng Motor yang Berulah di Rancaekek Kabupaten Bandung Masih di Bawah Umur, Ketuanya 16 Tahun
"Ini juga kan di luar kejadiannya," kata Asep.
Asep mengatakan pihaknya juga merasa kecolongan.
"Ini kan enggak ada keributan, enggak meresahkan. Jadi mungkin bertindaknya di luar," tuturnya.
Asep berharap, mudah-mudahan ke depan tak terjadi lagi hal serupa.

"Saya akan mantau terus, jangan sampai kejadian seperti ini, ada anak ikut-ikutan geng-gengan," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, satu rumah di Kampung Rancalongong, RT 03, RW 11, Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung, kerap dijadikan tempat berkumpul anggota geng motor yang berulah di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/9/2023) malam.
Dalam aksi yang videonya viral di media sosial, seorang pelaku menganiaya korbannya dengan menggunakan tongkat bisbol.
Dari aksi itu, polisi menangkap sembilan orang. Dari sembilan orang itu, hanya satu yang berusia dewasa, yakni 18 tahun.
Lainnya masih di bawah umur, termasuk ketua geng yang masih berusia 16 tahun.
Baca juga: Geng Motor yang Aniaya Remaja di Desa Cicadas Purwakarta Masih Berkeliaran, Polisi Lakukan Ini
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo, mengatakan, sembilan remaja itu merupakan anggota geng motor XTC 133. Geng motor ini merupakan pecahan dari XTC yang kini menjadi ormas.
"Namun XTC 133 ini yang tidak mau berubah menjadi ormas. Inginnya tetap menjadi geng motor," katanya.
Kusworo menegaskan, tak ada tempat di Kabupaten Bandung untuk geng motor. Maka pihaknya langsung menangkap para remaja yang berulah di Rancaekek ini. (*)
Macan Tutul Berkeliaran di Zona 3 Lembang Park Zoo Bandung Barat, Petugas Gelar Penyergapan |
![]() |
---|
Lihainya Macan Tutul di Lembang Park Zoo Bandung BArat, Buat Petugas Kesulitan |
![]() |
---|
Macal Tutul yang Kabur Terekam Drone Thermal, Berjalan di Area Dalam Lembang Park and Zoo |
![]() |
---|
Warga Sekitar Lembang Park Zoon Waswas Macan Tutul Kabur Belum Tertangkap, Takut Masuk Rumah |
![]() |
---|
Jeje Pamer Kinerja Jadi Bupati KBB, Ipar Raffi Ahmad Perbaiki Jalan Pelosok hingga Rela Kehujanan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.