Curhat Kerap Dipalak Preman, Dompet Sopir Truk Asal Jambi Malah Dirampas Dedi Mulyadi

Seorang sopir truk asal Jambi mengaku kerap dipalak oleh preman saat mengantar barang menuju Cirebon

Editor: Ichsan
dok.dedi mulyadi
Curhat Kerap Dipalak Preman, Dompet Sopir Truk Asal Jambi Malah Dirampas Dedi Mulyadi 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang sopir truk asal Jambi mengaku kerap dipalak oleh preman saat mengantar barang menuju Cirebon. Alhasil ia pulang ke rumah dengan tangan hampa.

Curhatan itu diungkapkan oleh sopir bernama Hasibuan saat bertemu dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM). Keduanya bertemu saat Hasibuan sedang parkir istirahat di pinggir jalan karena ban truk panas.

Hasibuan yang tidak mengenali Dedi Mulyadi itu bercerita panjang lebar mengenai pengalamannya. Ia saat ini sedang membawa truk bermuatan 12 ton sagu dari Jambi menuju Cirebon dengan jarak tempuh sekitar empat hari.

"Langsung 12 ton supaya tidak berat diongkos. Uang jalannya Rp 4,5 juta, saya kebagian paling besar Rp 500 ribu," kata Hasibuan yang mengemudi seorang diri tanpa didampingi kernet itu.

Menurutnya jika sedang apes ia tak membawa sepeser pun uang ke rumah. Sebab semua uang habis dipalak oleh preman lokal yang biasa ia alami di daerah Palembang.

Baca juga: Kades Hoho Berhasil Bangun Ketahanan Pangan, Dedi Mulyadi : Ternyata Seluruh Desanya Ditato

Ia mengatakan, tempat pemalakan biasanya berpindah-pindah dan kadang ada kadang tidak. Pemalakan ada yang bersifat sukarela ada juga yang memaksa.

"Kalau saya daripada celaka lebih baik kasih, kita tanggung jawab juga karena bawa barang orang. Kalau kita melawan sampai adu jotos nanti malah jadi panjang urusannya," katanya.

Dedi Mulyadi yang tidak dikenali oleh Hasibuan berpura-pura sebagai petugas yang sedang berpakaian preman. Ia pun meminta SIM dan STNK Hasibuan karena dianggap telah melanggar berhenti di bukan tempatnya.

Hasibuan hanya bisa pasrah karena tak lagi memiliki uang. Ia pun meminta jika salah untuk ditilang saja.

"Tilang saja Pak saya sudah tidak punya uang," ucapnya.

Kang Dedi pun meminta Hasibuan untuk menunjukkan dompetnya. Sekejap dompet itu langsung dirampas oleh Dedi Mulyadi. KDM pun beranjak dengan alasan akan memeriksa dompet tersebut.

Baca juga: Dua Tahun Berkonflik, Dedi Mulyadi Damaikan Pemilik Indekos yang Ditembok oleh Tetangga di Bandung

Tak disangka ternyata Dedi Mulyadi mengisi dompet yang hampir kosong itu dengan sejumlah uang. Dompet itu pun dikembalikan pada Hasibuan. Saat menerimanya Hasibuan kaget bukan main karena uangnya bertambah banyak.

"Terima kasih banyak, Pak. Bapak siapa ya?," tanya Hasibuan.

"Saya Haji Udin dari Majalengka," kata Dedi Mulyadi, menyebutkan nama samarannya sambil berjalan meninggalkan Hasibuan.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved