Selasa, 28 April 2026

Program Inovatif Desa Digital Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Jabar

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk memperluas jaringan internet hingga 5.311 desa di Jabar lewat program Desa Dig

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/EKI YULIANTO
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya berkomitmen untuk memperluas jaringan internet hingga 5.311 desa di Jabar lewat program Desa Digital. 

"Bagaimana teknologi bisa mengangkat, menghidupkan masyarakat kita di desa. Bagaimana internet itu bukan hanya bahan penyebaran hoaks, tapi meningkatkan indeks literasi kita," ujarnya.

Selain itu, program Desa Digital juga meliputi pelatihan BUMDes terkait _digital marketplace_ sehingga di akhir terwujud peningkatan produktivitas masyarakat desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jabar Ika Mardiah mengungkapkan bahwa dalam lima tahun terakhir sejak kepemimpinan Gubernur Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, jumlah desa yang sudah terakses internet di Jabar terus bertambah.

“Tahun ini ditargetkan sudah tidak ada desa _blankspot_ internet,” kata Ika.

Ika menuturkan, program Desa Digital dengan kolaborasi Pentahelix bersama dengan 37 mitra, yang terdiri dari pihak akademisi, pelaku bisnis, komunitas, media, dan pemerintah telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat.

“Melalui program Desa Digital ini ada sekitar 3.200 penerima manfaat perseorangan maupun kelompok yang tersebar di 2.306 desa di Jabar,” tuturnya.


Tujuh tematik Desa Digital

Ika menambahkan, setidaknya ada tujuh tematik untuk Desa Digital yang diimplementasikan dalam upaya mengoptimalkan potensi desa, yakni Desa Digital Pertanian, Desa Digital Perikanan, Desa Digital Kesehatan, Desa Digital Pendidikan, Desa Digital Peternakan, Desa Digital Multimedia, dan Desa Digital Pengelolaan Sampah.

“Program ini menjadi percontohan implementasi skala nasional dan internasional hingga menerima penghargaan sebagai Best Adaptation for Digital Village Program Govinder Digital Innovation Award 2019,” ujar Ika.

Penghargaan lain yang diperoleh, yaitu IDX Digital Transformation Award 2019 dan Recognition of Excellence for Digital Village Programme 2019 from OpenGov serta Digital Equality and Accessibility (IDC Smart City Asia Pacific Award 2020) serta yang terbaru dari OpenGov Asia meraih kategori OpenGov Recognition of Excellence Award 2023 untuk salah satu program Desa Digital yaitu Candradimuka Jabar Coding Camp (CJCC).

Program Desa Digital yang diinisiasi pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) ini sudah sangat dirasakan oleh masyarakat Jabar.

Mang Ade, warga Desa Cibodas, Kabupaten Bandung Barat setelah mendapatkan dukungan teknologi _smart farming_ dari Pemdaprov Jabar pada program Desa Digital, selalu mengajak petani-petani di daerahnya untuk menggunakan teknologi digital.

Pasalnya, setelah penggunaan _smart farming_ , Mang Ade berhasil mengurangi pemakaian pupuk dan air dari Rp1 juta menjadi Rp500.000 untuk setiap _green house_ dengan ukuran 100 meter persegi.

Tak hanya itu, hasil panen dari satu buah pohon tomat beef mengalami peningkatan dari 3 kilogram menjadi 6 kg.

"Kualitas hasil panen meningkat terlihat dari warna tomat beef semakin menyala dan daun menjadi lebih hijau," ungkap Mang Ade.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved