Kamis, 9 April 2026

Kecerdasan Buatan Bisa Dukung Optimalisasi Dunia Bisnis dan Industri

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bisa mendukung optimalisasi dunia bisnis dan industri

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Diskusi Masa Depan AI Dalam Transformasi Bisnis  pada Indonesia Digital Conference (IDC) yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia  (AMSI) di Hotel El Royale, Bandung, Jawa Barat, 22 Agustus 2023.  

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah menjadi topik hangat  akhir-akhir ini. Teknologi telah memunculkan potensinya yang luas untuk merevolusi bisnis  dan industri.  

“AI mampu meningkatkan kecepatan dan efisiensi, pemrosesan dan analisis data yang lebih  baik, serta meningkatkan pengalaman pelanggan,” kata Fajrin Rasyid, Direktur Bisnis Digital  Telkom dalam diskusi sesi pertama bertajuk Masa Depan AI Dalam Transformasi Bisnis  pada Indonesia Digital Conference (IDC) yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia  (AMSI) di Hotel El Royale, Bandung, Jawa Barat, 22 Agustus 2023. 

Pada konferensi yang dipandu moderator Citra Dyah Prastuti, Pemimpin Redaksi KBR ini,  Rasyid menjelaskan bahwa kini Gen-AI (AI generatif) telah menjadi garda terdepan teknologi  AI yang dapat menciptakan sesuatu yang baru. “Sistem AI tradisional digunakan terutama  untuk menganalisis data dan membuat prediksi, sementara AI generatif melangkah lebih  jauh dengan membuat data baru yang serupa,” katanya. 

Ia menambahkan, Gen-AI dapat bekerja dengan informasi yang diberikan dan membuat  tidak hanya keluaran teks tetapi juga gambar, musik, bahkan kode komputer. “Telkom pun  telah menggunakan beberapa AI untuk digitalisasi negara dan optimalisasi bisnis internal,”  kata Rasyid. 

Rasyid mengajak perusahaan untuk melakukan apa yang ia sebut sebagai "co-opetition". Ia  mengatakan bahwa jika mengedepankan persaingan, maka tidak akan bisa mengikuti  perkembangan teknologi yang begitu cepat. “Saat ini yang harus dilakukan adalah  memahami teknologi dan mengedepankan spirit kolaborasi,” katanya. 

Ignatius Sigit Pratopo, SVP Integrated Data & Command Center Pertamina menyatakan,  teknologi seperti AI adalah akselerator dalam perkembangan bisnis. “AI bisa membantu  perkembangan bisnis agar dapat menghasilkan data yang benar dan berkualitas,” katanya.  

Sebagai contoh, melalui platform Pertamina anomali data dari sekitar 80 ribu SPBU yang  ada di Indonesia bisa cepat terdeteksi. “Melalui platform Pertamina, subsidi BBM pun bisa  lebih tepat sasaran,” katanya.  

Sigit menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengembangkan penerapan AI  melalui deteksi gambar wajah dari CCTV yang terpasang. Hal itu dilakukan untuk  mendeteksi penyalahgunaan di lapangan. “Di SPBU itu ada jutaan transaksi per hari,  sehingga melalui teknologi ini kita bisa melihat perilaku konsumen,” katanya.  

Sedangkan Meidy Fitranto, CEO Nodeflux, menyebutkan bahwa akselerasi teknologi di  dunia begitu cepat. “Hampir setiap minggu tools AI banyak bermunculan,” katanya. 

Dalam perkembangan di dunia saat ini, Meidy mengatakan jika melalui AI, gambar mampu  dibuat begitu realistik. “Semua negara, sudah menyiapkan strategi nasional terkait AI ini.  Bahkan China ingin menjadi pemimpin dunia terkait AI ini di 2030,” katanya.

Ia menilai, perkembangan teknologi begitu cepat menuntut semua pihak untuk terus mendekatkan diri dengan teknologi. “Jangan berpikir kompleks tentang AI. Justru kemajuan  ini merupakan kesempatan untuk mengikutinya,” katanya.

Sementara itu, Ari Rahmat Indra Cahyadi, Dirut PT PLN Icon Plus menilai, adopsi teknologi  menjadi keharusan agar bisnis bisa berjalan secara berkesinambungan. “Ke depan  otomatisasi digital menjadi sebuah keharusan. Hal ini pula yang mendorong perubahan proses bisnis di PLN sebagai dampak digitalisasi,” katanya.  

Ia memberi gambaran, transformasi PLN dari hulu ke hilir sejak 2020 kini sudah memiliki 29  program yang mayoritas digital. Sebagai contoh, dengan aplikasi yang dikeluarkan PLN,  bisa langsung ada pemberitahuan massal jika ada gangguan listrik dan ada sistem 'auto dispatch' untuk menggerakkan petugas lapangan. Pemakaian AI memungkinkan pelanggan  memantau pekerjaan petugas dan memberikan rating kepada kinerja petugas. "Dampaknya,  semua jadi bekerja lebih keras karena tahu ada yang mengawasi. Jadi AI juga membawa  dampak pada perubahan kultur manusianya," tambah Ari.  

Program IDC dan AMSI Awards adalah bagian dari program kerjasama AMSI dengan  Internews dan USAID MEDIA untuk membangun keberlanjutan bisnis media di Indonesia.  Pada gelaran tahun ini, IDC dan AMSI Awards juga mendapatkan dukungan dari PT Astra  International Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Mining Industry Indonesia (MIND  ID), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Adaro Energy  Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, Bank BJB, Harita  Nickel, PT XL Axiata Tbk, dan Minderoo Foundation.  

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved