Sabtu, 11 April 2026

Pilpres 2024

Demi Dukung Prabowo Subianto Jadi Capres 2024, Budiman Sudjatmiko Rela Dipecat PDIP

Menurut Budiman, jika PDIP menilai tindakannya mendukung Prabowo sebagai capres keliru, ia dengan bersedih hati siap menerima konsekuensi pemecatan.

Editor: Hermawan Aksan
budi santoso/tribun jateng
Prabowo Subianto dan Budiman Sudjatmiko berfoto bersama seusai deklarasi gerakan Prabu di depan Marina Convention Center Kota Semarang, Jumat (18/8/2023) sore. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Budiman Sudjatmiko mengaku rela dipecat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) demi mendukung Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menurut Budiman, jika PDIP menilai tindakannya mendukung Prabowo sebagai capres keliru, ia dengan bersedih hati siap menerima konsekuensi pemecatan.

"Jika misalnya yang saya katakan yang saya lakukan (mendukung Prabowo) salah keliru, ya dengan berat hati seandainya saya secara administratif dicabut keanggotaan saya, tentu saya sangat sedih," kata Budiman di Kompleks Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8/2023) malam.

Akan tetapi, Budiman mengaku belum ada surat pemecatan atau surat peringatan dari PDIP atas dukungannya kepada Prabowo.

Kalaupun harus dipecat, Budiman yakin tetap menjadi kader nasionalis dan soekarnois, sesuai dengan ideologi partai berlambang banteng.

Mantan Ketua Partai Rakyat Demokratik ini berharap agar PDIP tidak memberikan sanksi berat berupa pemecatan atas dukungannya kepada Prabowo.

Menurut Budiman, dukungan yang dilakukan kepada Prabowo bisa membuka jalan afiliasi strategis PDIP dengan Gerindra.

"Bisa saja kesimpulannya begitu sehingga saya tidak dinyatakan terlalu bersalah," ucap dia.

Baca juga: Ini Alasan Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo di Pilpres 2024

"Jika kemudian tindakan saya ya salah, tapi sanksinya tidak harus dipecat. Saya sih berharap itu," imbuh dia.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengingatkan kader di daerah untuk tetap solid mendukung bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo.

Ia pun mewanti-wanti kader banteng yang ingin mendukung bacapres lain di Pemilu 2024.

"Dipersilahkan untuk mundur atau menerima sanksi pemecatan jika ada yang membelot dengan mendukung calon lain," kata Hasto setelah membuka Rakerda III DPD PDI-P Provinsi Jambi, Sabtu (29/7/2023), dalam keterangan tertulis.

Dukungan Budiman kepada Prabowo sudah dinyatakan secara terang-terangan dalam beberapa waktu terakhir.

Prabowo dinilai sebagai sosok strategis yang bisa menggantikan kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang akan berakhir tahun depan.

"Saya melihat tak sempurna Pak Prabowo, tak ideal, tapi relatif (lebih baik) dibandingkan yang lain."

"Karena itu, bagi saya kepemimpinan strategis penting untuk persatuan nasional," kata Budiman. (*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved