Rabu, 15 April 2026

Tiga Polisi Dikabarkan Ditangkap Terkait Kasus Penangkapan Terduga Teroris Karyawan KAI Pro-ISIS

Tiga anggota Polri dikabarkan ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus penangkapan DE (28), karyawan KAI pendukung ISIS.

Editor: Hermawan Aksan
Tribunnews.com
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, menunjukkan foto DE (28), pegawai PT KAI terduga terorisme, saat konferensi pers, Senin (14/8/2023). Mako Brimob di Depok, Jawa Barat (kanan). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Tiga anggota Polri dikabarkan ditangkap lantaran diduga terlibat dalam kasus penangkapan DE (28), karyawan KAI pendukung ISIS.

Namun, pihak kepolisian belum membenarkan adanya penangkapan tersebut.

Polisi akan memberikan penjelasan soal hal tersebut pada Jumat (18/8/2023) sore.

"Nanti sore kita rilis," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi kepada wartawan, Jumat siang.

Pada kasus ini, DE ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Bulak Sentul, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Senin (14/8/2023) sekitar pukul 13.17 WIB.

DE adalah pendukung ISIS aktif yang kerap menyebarkan propaganda di media sosial.

"DE salah satu pendukung ISIS yang aktif melakukan propaganda di media sosial dengan cara memberikan motivasi untuk berjihad dan menyerukan agar bersatu dalam tujuan berjihad melalui Facebook," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dalam keterangannya, Senin (14/8/2023).

DE, kata Ramadhan, juga mengunggah postingan di Facebook yang berisikan pembaruan baiat dalam bentuk poster digital.

 

"DE Mengirimkan sebuah postingan Facebook berupa poster digital berisikan teks pembaruan baiat dalam bentuk bahasa arab dan bahasa Indonesia kepada pemimpin Islamic State, yaitu Abu Al Husain Al Husaini Al Quraysi," ungkapnya.

Ramadhan mengatakan, DE juga mempunyai sejumlah senjata api (senpi) rakitan.

Namun, ia belum memerinci berapa jumlah senpi tersebut.

Ramadhan kemudian mengatakan peran DE juga merupakan seorang penggalang dana.

Namun, belum diketahui dana tersebut diberikan untuk siapa.

"Merupakan admin dan pembuat beberapa channel telegram arsip film dokumenter dan breaking news yang merupakan channel update teror global yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved