Jumat, 5 Juni 2026

Tiga Polisi Ditangkap

BREAKING NEWS Polisi Bripka SM dan Iptu MY Ditangkap, Terlibat Terorisme, Dinas di Cirebon dan Depok

Dua dari tiga polisi terduga teroris, terlibat dalam penangkapan DE (28), karyawan KAI pendukung ISIS, berdinas di wilayah hukum Polda Jawa Barat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Kisdiantoro
Tribunnews.com
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, menunjukkan foto DE (28), pegawai PT KAI terduga terorisme, saat konferensi pers, Senin (14/8/2023). Mako Brimob di Depok, Jawa Barat (kanan). Tiga polisi ditangkap karena terlibat teroris Bekasi. 

Polisi Bantak Terlibat Terorisme

Tiga polisi yang diamankan bukan berkaitan dengan kasus terorisme

Hal itu dikatakan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi, di Polda Metro Jaya, Jumat (18/8/2023).

Hengki menuturkan, tiga anggota itu ditangkap akibat terlibat jual-beli senjata api ilegal.

Ketiganya yakni Bripka Reynaldi Prakoso selaku anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Bripka Syarif Mukhsin selaku anggota Renmin Samapta Polresta Cirebon Kabupaten, serta Iptu Muhamad Yudi Saputra selaku Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara.

Namun, Hengki belum menjelaskan lebih jauh kronologi serta keterlibatan tiga anggota itu dalam bisnis senjata api ilegal.

Hengki juga tak menjelaskan lebih jauh apakah senjata ilegal di rumah terduga teroris DE merupakan senjata yang diperjualbelikan tiga polisi tersebut.

Ia hanya menegaskan, tiga oknum tersebut kini telah ditahan di tempat khusus Polda Metro Jaya.

"Informasi ini perlu diluruskan. Operasi kami tetap lanjut, masih banyak senjata belum kami sita," tutur Hengki.

Polri sebelumnya menangkap DE di rumahnya di kawasan Bekasi, dan menemukan banyak senjata ilegal serta peluru di sana.

DE yang merupakan karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu diduga adalah simpatisan ISIS yang hendak melakukan aksi terorisme.

Kini, DE telah ditetapkan menjadi tersangka teroris.

DE diduga memiliki akun marketplace atau platform yang disediakan untuk para penjual senjata api berkumpul.

"Masalah marketplace itu adalah kamuflase memang, kalau saya bicara dengan penyidik kita menyimpulkan memang itu sebagai sarana dia untuk mencari uang juga, tapi juga untuk menyamarkan aktivitasnya terkait dengan barang-barang (senjata api) ini," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (15/8/2023). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polda Metro: Tiga Polisi Ditangkap karena Jual-Beli Senjata Ilegal, Tak Terkait Terduga Teroris di Bekasi"

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved