SOSOK Dua Panglima Dayak yang Sama-sama Sakti, Diduga Beda Pandangan Soal Pembangunan IKN
Panglima Pajaji dan Panglima Jilah diketahui terlibat perseteruan soal pembangunan IKN, Panglima Jilah dianggap mengkhianati suku Dayak.
TRIBUNJABAR.ID - Hadirnya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan, diduga memicu konflik lokal.
Viral di media sosial hadirnya sosok Panglima Pajaji dan Panglima Jilah yang banyak mencuri perhatian publik.
Panglima Pajaji dan Panglima Jilah diketahui terlibat perbedaan paham soal pembangunan IKN.
Panglima Pajaji menilai Panglima Jilah telah mengkhianati suku Dayak dengan mendukung proyek IKN.
Ia dengan tegas menentang sikap tersebut.
Kecaman ini disampaikannya lantaran kecewa atas tindakan negara yang justru mengangkut para investor asing di saat putra-putri daerahnya pontang-panting mengemis pekerjaan di tanah sendiri.
"IKN belum final, kalian udah meminta dan berteriak-teriak mengemis jabatan kepada negara, di tanah air sendiri kalian mengemis," ujarnya dalam sebuah unggahan video di akun YouTube Panglima Pajaji Pasukan Pantak Padagi Borneo, Selasa (8/8/2023).
Menurutnya, pembangunan IKN juga akan semakin merusak kawasan hutan Kalimantan.
Terutama hutan-hutan di Kalimantan Barat yang merupakan paru-paru dunia.
Perseteruan ini kian memanas setelah sosok kedua Panglima Dayak tersebut dikaitkan dengan kemampuan menguasai ilmu sakti.
Dilansir TribunWow.com, Panglima Pajaji pernah terlibat dalam atraksi memanjat senjata tajam dan tidak terluka sama sekali.
Atraksi itu merupakan bagian dari rangkaian Pekan Gawai Dayak Kabupaten Sintang 2023.
Mengutip Tribun Medan, oleh Panglima Pajaji dijelaskan bahwa ilmu tersebut didapatnya dari roh leluhur yang berada di tubuh Pasukan Pantak Padagi Borneo.
Pasukan Pantak Padagi Borneo sendiri terkenal dengan kekebalannya terhadap benda-benda tajam.
Sementara itu sosok Panglima Jilah juga sempat menjadi sorotan karena kesaktiannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Panglima-Pajaji-dan-Panglima-Jilah.jpg)