HUT Kemerdekaan RI
4 Peristiwa Penting Terjadi Sebelum Proklamasi, Golongan Tua dan Muda Desak Soekarno hingga Diculik
Berikut inilah beberapa peristiwa penting sebelum terjadi proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Soekarno didesak golongan tua dan muda hingga diculik
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Berikut inilah beberapa peristiwa penting sebelum terjadi detik-detik proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Soekarno didesak golongan tua dan muda hingga terjadi penculikan.
Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-78 pada 17 Agustus 2023, tak ada salahnya kita kembali mengenal Sejarah Proklamasi terjadi.
Ternyata ada beberapa persitiwa penting yang terjadi sebelum proklamasi yang masih jarang diketahui masyarakat kita.
Tepat pada 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya lewat Soekarno dan Hatta.
Baca juga: 10 Contoh Puisi Tema Kemerdekaan Menyentuh dan Bermakna, Cocok Dibagikan Saat HUT Kemerdekaan RI
Pembacaan proklamasi dilakukan di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No 56.
Acara pembacaan proklamasi terjadi pukul 10.00 WIB.
Pembacaan proklamasi juga diiringi dengan pengirabaran bendera merah putih yang jahit Fatmawati.
Setelah bendera merah putih berkibar, rakyat yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Sebelum proklamasi itu terjadi, ada beberapa peristiwa yang mengiringi sehingga akhirnya Indonesia bisa meraih kemerdekaan.
Satu di antaranya peristiwa golongan tua dan muda mendesak Soekarno hingga terjadi penculikan di Rengasdengklok.
Berikut Tribunjabar.id himpun 4 peristiwa sebelum proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dilansir dari berbagai sumber.
Jepang Dibom Amerika
Sebelum Indonesia merdeka, ada peristiwa besar yang terjadi di dunia, yaitu berakhirnya masa perang dunia ke II yang ditandai dengan kalahnya Jepang dari Amerika.
Amerika melakukan penyerangan mengirimkan bom di Hiroshima Jepang.
Nah, sejarah pengemboman di Hiroshima Jepang inilah rupanya menjadi jalan pembuka bagi Indonesia untuk merdeka.
Pasalnya, setelah peristiwa bom yang terjadi 6 Agustus 1945 oleh Amerika, Jepang akhirnya tunduk.

Kala itu Jepang yang sedang menjajah Indonesia setelah Belanda pun mendapat beragam masalah saat Hiroshima Jepang dibom.
Momen ini lantas dimanfaatkan Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Setelah berita bom Hiroshima itu tersiar, para tokoh proklamator bergegas menyusun kemerdekaan.
Baca juga: Hari Ini 76 Tahun Silam Bom Atom Meledak di Hiroshima, Jalan Menuju Kemerdekaan Indonesia
Pembentukan PPKI
Sehari setelah Jepang dibom, lalu tepat pada 7 Agustus 1945 Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dari sebelumnya BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).
PPKI dipimpin langsung oleh Soekarno dan Moh Hatta serta penasihatnya Ahmad Subarjo.

Pada 12 Agustus 1945, Soekarno mendapat kabar dari Marsekal Tarauchi bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus 1945.
Namun, para pemuda khawatir bila hal tersebut merupakan tipu muslihat Jepang.
Oleh karena itu para pemuda pun langsung bergegas mendesak Soekarno.
Peristiwa Rengasdengklok
Ketika tahu Jepang dibom, Soekarno, Moh Hatta, dan Radjiman Wedyoningrat sedang di Dalat, Vietnam.
Setelah mereka tiba di tanah air, Sutan Syahrir langsung mendesak Soekarno untuk memproklamasikan kemerdekaan.
Para golongan pemuda dan golongan tua pun mendesak Soekarno menyegerakan proklamasi kemerdekaan.
Baca juga: Reka Ulang Peristiwa Upacara 16 Agustus 1945 di Rengasdengklok, Nurjanah Tak Kuasa Menahan Air Mata
Para pemuda menginginkan kemerdekaan bukan karena pemberian Jepang.
Pemuda bergegas melakukan penculikan Soekarno dan wakilnya Moh Hatta di Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 dini hari.
Penculikan ini dimaksud untuk menjaga agar Soekarno dan Moh Hatta tak mendapat pengaruh dari Jepang.
Detik-detik proklamasi
Dikutip dari setneg.com, peristiwa penculikan Rengasdengklok sempat membuat kecewa Seokarno.
Di sana terjadi perdebatan sengit dengan para pemuda yang diwakili Sukarni.
Soekarno tak mau didesak dan berpegang teguh pada perhitungannya.
Namun Sukarni dan para pemuda lainnya gigih hingga meluluhkan hati Soekarno dan Hatta.
Dalam situasi akhirnya Soekarno memilih mengikuti keinginan para pemuda.
Satu hari sebelum proklamasi Soekarno menyusun naskah proklamasi di kediaman Laksamana Tadashi Maeda, tengah malam.
Di sana, Soekarno, Moh Hatta, dan Ahmad Soebardjo membahas rumusan teks proklamasi.
Sementara golongan tua dan golongan muda berjaga dan menunggu di luar.
Soekarno menuliskan konsep proklamasi itu pada secarik kertas.
Sementara Moh Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan pikiran secara lisan.
Hingga terjadilah pada 17 Agustus 1945 Soekarno membacakan proklamasi di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur No 56.

Acara pembacaan proklamasi terjadi pukul 10.00 WIB.
Pembacaan proklamasi juga diiringi dengan pengirabaran bendera merah putih yang jahit Fatmawati.
Setelah bendera merah putih berkibar, rakyat yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Demikian itulah runutan peristiwa sebelum proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
detik-detik proklamasi
peristiwa penting
Soekarno
peristiwa sebelum proklamasi
Sejarah Proklamasi
Rengasdengklok
penculikan
25 Ide Hadiah Lomba 17 Agustus yang Murah tapi Bermanfaat, Tak Sampai Rp50 Ribu |
![]() |
---|
25 Ide Hadiah Lomba 17 Agustusan HUT ke-80 RI Harga Termurah di Bawah Rp 20 Ribuan Tapi Bermanfaat |
![]() |
---|
Sosok Komandan Upacara HUT ke-79 RI di IKN, Berpangkat Kolonel Inf, Ternyata Istrinya Artis Terkenal |
![]() |
---|
Daftar 10 Promo 17 Agustus 2024 Makanan dan Minuman Special HUT ke-79 RI, Berlaku hingga 31 Agustus |
![]() |
---|
Rekomendasi 25 Hadiah Lomba 17 Agustus Murah Harga di Bawah Rp 20 Ribuan, Sandal Sampai Sabun Mandi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.