Forestra 2023, Erwin Gutawa Gandeng Jay Subiyakto, Burger Kill & Rahmania Astrini di Orchid Forest
Jay Subyakto yang bertindak sebagai art director Forestra 2023 ini mengatakan, konsep konser kali ini akan transparan dan berlatarkan hutan dengan...
Penulis: Dicky Fadiar Djuhud | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
TRIBUNJABAR.ID - "Konser musik memang sudah biasa digelar di kawasan hutan. Untuk orkestra, sangatlah jarang. Bisa jadi cuma satu-satunya di sini. Hutan dijadikan venue dikit di dunia, jarang banget, ini unik dan langka dan enggak digelar di semua negara, hutan dijadikan venue," kata Erwin dalam sesi konferensi pers Forestra 2023 di Orchid Forest, Rabu (9/8/2023).
Konser di hutan sangat langka dan ini menjadi yang kedua kalinya. Konser serupa, katanya pernah dibuatnya pada 2019.
Dalam konser kali ini, Erwin melibatkan sejumlah musisi ternama. Di antaranya White Shoes and Couples Company, Sore, Burgerkill, Gabber Modus Operandi, Aurelie Moeremans, Rahmania Astrini, Bara Suara, David Bayu dan Feel Koplo.
Baca juga: Orkestra Musik di Hutan Pertama & Terbesar Kembali Digelar di Orchid Forest Cikole Lembang Bandung
Erwin mengaku bangga bisa berkolaborasi dengan Burgerkill, Astrini, Feel Koplo, dan lainnya.
"Sama Burgerkill, saya ketemu baru pertama, tadi pagi. Astrini baru mau tahun ini, sama Bara Suara 5 tahun lalu, ada juga yang belum pernah dan saya juga menjanjikan, konser tahun ini akan beda dengan tahun 2019," tutur Erwin.
Jay Subyakto yang bertindak sebagai art director Forestra 2023 ini mengatakan, konsep konser kali ini akan transparan dan berlatarkan hutan dengan banyak pohon pinusnya.
Jay mengaku bakal menggunakan teknologi video mapping baru dan langsung disorotkan ke pepohonan.
"Sangat baru, pada tahun 2019 saya harus pasang layar sehingga tidak terlalu maksimal. Sekarang karena teknologi, saya tembak langsung ke pohon sehingga bisa mengambil gambar menjadi baik," kata Jay.
Baca juga: Ebenz Burger Kill Meninggal Disebut Kena Serangan Jantung Mendadak, Kenali Penyebab Serangan Jantung
Disebutkannya, line up tahun ini unik dan beragam serta kehebatan orkestra itu harus ada. Virtual show para pemain, secara individu dan secara group menampilkan keunikan suaranya.
"Yang jelas, stage orkestranya itu saya bikin empat lantai. Saya minta jangan takut ketinggian. Semua alat band sudah ada, panggung besar, semua alat band standby dari awal, gak ada jeda lama, semua pertunjukan lancar, gak boleh ada keterlambatan sebentar pun," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Erwin-Gutawa-dkk.jpg)