Detik-Detik Dua Pemuda Coba Selamatkan Korban Tawuran Maut di Sukabumi, Ditemukan Terkapar

Ternyata dalam peristiwa tersebut, terdapat dua pemuda secara spontan membantu menyelamatkan AR yang mengalami luka parah

Tribun Jabar/ Dian Herdiansyah
Saat sejumlah saksi ditemui pihak penyidik di RS Almulk 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah.

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Detik-detik penyelamatan AR (18), pelajar yang tewas akibat tawuran diungkap oleh saksi yang membawanya ke rumah sakit.

Ternyata dalam peristiwa tersebut, terdapat dua pemuda secara spontan membantu menyelamatkan AR yang mengalami luka parah.

Sebelumnya diberitakan, AR (18) ditemukan terkapar kondisi berdarah di duga di bacok saat tawuran antar pelajar SMK di Jalan Pelabuhan II Jatimekar, Desa Sinaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Rabu (10/08/2023).

Ridwan (25) mengungkapkan, sebelum korban ditemukan terkapar, dirinya bersama temannya mendengar ada suara berisik atau ricuh dari luar rumahnya.

Baca juga: Polisi Periksa Para Saksi Peristiwa Tawuran Antarpelajar SMK di Sukabumi yang Menewaskan AR

Merasa penasaran, Ridwan bersama temannya yang ada di rumahnya pun keluar untuk memastikannya.

"Kejadian itu sekitar pukul 02.00 WIB, awalnya terdengar suara gogorowokan (berteriak). Pas saya dengan teman keluar, melihat satu seorang sudah keadaan terjatuh dan dilihat kaki bagian kiri betisnya berlumuran darah di jalan," ungkapnya, Kamis (10/08/2023).

Korban AR pada saat itu, kata Ridwan, berdua dengan temannya. Ia pun meminta tolong kepada Ridwan.

"Teman saya langsung bawa motor, korban dipegang saya di belakang di bawa ke GMC klinik harapan, saat sampai itu dari kliniknya tidak bisa menanganinya lukanya cukup parah," ucapnya.

Tak lama setelah dari situ, Ridwan bersama temannya pun berinisiatif membawa korban ke RS Almulk untuk menyelamatkannya.

"Pada saat itu kondisi korban darahnya makin banyak keluar, dari GMC tidak bisa lansung dibawa ke RS Almulk. Saat sampai korban masih ada (hidup), Nah setelah masuk dapat kabar lalu meninggal," ucapnya.

Sebelumnnya, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Ari Setyawan Wibowo, mengatakan aksi tawuran tersebut sudah berjanjian dengan teman-temanya dengan sekolah SMK lainnya.

"Korban adalah pelajar umur 18 tahun, ini melalui grup WA sudah berjanjian dengan teman-tema yang lain untuk tawuran," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, di Polres Sukabumi Kota, Rabu (09/08/2023).

"Mereka dan korban janjian tawuran. Jadi kejadian di perbatasan antara Kabupaten dan Kota sukabumi," tuturnya.

Baca juga: Kronologi Tawuran yang Mengakibatkan Pelajar Meninggal Dunia di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi

Dari keterangan orang tua korban, Ari meyebut sekitar pukul 23.30 WIB, ia masih berada di rumahnya dan bermain HP. Lalu pukul 00: lebih ia dijemput oleh dua orang temannya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved