Kamis, 23 April 2026

Harga Telur Ayam dan Daging Ayam Masih Tinggi, Disdagin Kota Bandung Bilang Cukup Aneh

Harga komoditas telur dan daging ayam masih tinggi, termasuk di Kota Bandung. Kondisi itu diakui Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/ Muhamad Nandri Prilatama
Pedagang daging ayam di pasar tradisional. Harga komoditas telur dan daging ayam masih tinggi, termasuk di Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Harga komoditas telur dan daging ayam masih tinggi, termasuk di Kota Bandung.

Kondisi itu diakui Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Elly Wasliah.

Menurut Elly, harga telur dan daging ayam yang masih tinggi cukup aneh.

Pasalnya, saat menjelang Ramadan dan Idulfitri lalu justru harganya stabil.

Tetapi, setelahnya ada kenaikan dan bertengger cukup lama dengan harga yang tinggi.

"Kami melihat penyebabnya itu karena pakan ayam. Pakan ayam itu 50 persennya jagung dan jagung tak semua produk lokal, tapi ada produk impor. Inilah yang menyebabkan kenapa harga daging ayam dan telur ayam masih cukup tinggi dan belum turun di Bandung," katanya di Mal 23 Paskal, Selasa (1/8/2023).

Baca juga: Awal Pekan Ini, Harga Delapan Bahan Pokok di Majalengka Turun Berjamaah

Elly menyebut, Bandung bukanlah daerah produsen melainkan konsumen sehingga Disdagin Kota Bandung berharap dari daerah-daerah produsen untuk telur, semisal Blitar dan Semarang.

Sedangkan di Jabar ada di Priangan Timur untuk produsen daging ayam juga telur maka pihaknya akan berkoordinasi sesegera mungkin dengan wilayah tadi dan menanyakan mengapa tak kunjung turun harganya, terutama untuk telur sebagai pemasok telur terbesar.

"Kalau daging ayam itu dari Priangan Timur untuk ke pasar-pasar dan dari Cianjur itu untuk ke mal-mal. Jika untuk mal itu sudah bersih," katanya.

"Jadi, masuk Kota Bandung sudah bersih dagingnya, tapi kalau untuk ke pasar itu ayam hidup," ujarnya.

Dia berharap, pakan jagung untuk ayam itu ada subsidi seperti halnya kacang kedelai dari pemerintah pusat oleh Bulog.

"Kami berharap minimal harga pakan turun. Mungkin ada peran dari pemerintah pusat untuk memberikan subsidi terhadap jagung," katanya.

Adapun harga jual daging ayam saat ini di kisaran Rp 38 ribu sampai Rp 43 ribu di Pasar Ciwastra, sedangkan telur ayam di kisaran Rp 32 ribu sampai Rp 33 ribu.

Baca juga: BREAKING NEWS, Jokowi Membagikan Sembako untuk Masyarakat di Pasar Cihapit, Bandung

Mengenai daging ayam beku mengurangi kualitasnya, Elly justru menegaskan tidak mengurangi kualitas daging ayam.

Namun, masyarakat lebih ingin membeli yang masih segar. Padahal, katanya secara kesehatan lebih bagus yang beku. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved