Pemkot Bandung Berhasil Turunkan Stunting Tujuh Persen
Menùrut Kenny Dewi Kaniasari, target besarnya adalah zero stunting, tapi minimal tidak ada kasus stunting yang baru
Penulis: Tiah SM | Editor: Adityas Annas Azhari
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Angka stunting di Kota Bandung turun 7 persen berkat upaya semua lapisan masyarakat sehingga di Kota Bandung kini tercatat 6.000 anak yang masih mengalami stunting.
"Pemerintah Kota Bandung terus berupaya menurunkan angka stunting melalui berbagai program stunting berhasil ditekan dari sebelumnya berada di angka 26,4 persen turun sampai 7 persen menjadi 19,4 persen pada tahun 2022," ujar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), Kenny Dewi Kaniasari di Balai Kota, Bandung, Senin (24/7/2023).
Menùrut Kenny Dewi Kaniasari, target besarnya adalah zero stunting, tapi minimal tidak ada kasus stunting yang baru. Pencegahan stunting baru merupakan prioritas melalui tagline Bandung Besti Anyar atau Bandung Bebas Stunting Anyar.
Baca juga: Pentingnya Kualitas Sumber Air Minum untuk Cegah Stunting pada Anak
"Pencegahannya mulai dari remaja terutama remaja putri, ibu hamil, terutama dalam 1.000 hari kehidupan bayi yang harus kita intervensi. Makanan Pendamping ASI (Mpasi) juga berpengaruh maka harus asupan yang bergizi," ujarnya.
Untuk.pencegahan digelar berbagai program seperti Program Pangan untuk Daerah Rentan Rawan Pangan dan Stunting (Pangersa), aplikasi e-penting (pendataan stunting), roadshow ke wilayah, sekolah, dan juga melalui edukasi yang kreatif dan masif ke masyarakat dengan komunitas.
Baca juga: Ridwan Kamil, Pemprov Jabar Terus Serius Berjuang Wujudkan Zero Stunting
Kenny Dewi Kaniasari mengaku memiliki 5.000 kader yang siap melakukan edukasi dan pendampingan termasuk keliling ke sekolah terutama SMP
"Membuat aplikasi e-penting pendataan stunting, pembuatan film pendek dan edukasi tentang stunting, keliling road show ke kecamatan," ujarnya.
Baca juga: Atikoh Ganjar Ajak Kaum Perempuan untuk Cegah Stunting dan Jaga Kesehatan Jiwa
Pemkot Bandung juga telah meluncurkan aplikasi Bandung Emergency Application Support (BEAS). Lewat aplikasi ini, warga dan petugas mampu mendeteksi lokasi ambulans yang dibutuhkan.
Ia berharap, berbagai program tersebut dapat terus konsisten dilakukan dengan didukung penuh oleh masyarakat dan berbagai stakeholder.
"Target pada 2045, kami ingin zero stunting untuk SDM berkualitas," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kenny_20171205_172734.jpg)