Usai Ikut Arak-arakan Hajat Laut, Perahu Wisata di Pangandaran Terbalik Tergulung Ombak
Ketika arah pulang dan hendak mendarat ke bibir pantai, perahu tersebut tebalik diterjang ombak laut.
Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Seusai Arak-arakan tradisi hajat laut, sebuah perahu nelayan yang ditumpangi satu keluarga di Pangandaran mengalami kecelakaan laut terbalik tergulung ombak.
Peristiwa ini terjadi di sekitar Pos 3 Pantai Barat Pangandaran, setelah perahu tersebut mengikuti Arak-arakan di tengah laut, Jumat (21/7/2023) siang.
Tidak ada korban dalam kejadian itu, hanya ada satu penumpang yang masih syok dan dirawat oleh satu dokter.
Ketua SAR Barakuda sekaligus tokoh nelayan di Pangandaran, Sakio Andrianto mengatakan, satu perahu nelayan yang terbalik itu milik Ratim dari Bulak Laut Pangandaran.
Baca juga: Kronologis Truk dan 100 Sak Semen Tercebur ke Sungai Citanduy, Ikut Tenggelamkan Perahu Nelayan
"Jadi, satu keluarga itu turut serta arak-arakan tabur bunga di tengah laut mengiringi pak Bupati Pangandaran dan rombongan," ujar Sakio kepada Tribunjabar.id melalui WhatsApp, Jum'at (21/7/2023) siang.
Namun, ketika arah pulang dan hendak mendarat ke bibir pantai, perahu tersebut tebalik diterjang ombak laut.
"Tapi, alhamdulilah tidak ada korban jiwa yang serius. Cuman, ada yang sedikit syok dan sekarang dalam penanganan dokter," ucapnya.
Diketahui, sebelum kejadian perahu wisata terbalik sebelumnya para nelayan di Kabupaten Pangandaran menggelar tradisi dan budaya hajat laut.
Hajat laut ini rutin dilaksanakan setiap tahun, karena sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada maha pencipta dengan limpahan rezeki dari laut di Pangandaran. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Saat-berlangsungnya-tabur-bunga-tradisi-hajat-laut.jpg)