Ini Tips Dari Dokter Anak, Cara Hindari Gadget dan Mainan untuk Buat Anak Tetap Tenang
Ini Tips Dari Dokter Anak bagaimana atau Cara Hindari Gadget dan Mainan untuk Buat Anak Tetap Tenang
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memisahkan gadget untuk anak tidaklah mudah di era digital saat ini. Tampilan video yang penuh warna dan lagu yang ceria membuat anak seakan terhipnotis untuk terus menatap layar smartphone orang tuanya.
Kebiasaan untuk memberikan gadget kepada anak supaya tetap bersikap duduk tenang ketika makan pun menjadi pilihan utama yang dilakukan ibu masa kini.
Dokter Anak, dr. I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi, SpA mengatakan saat ini orang tua mengutamakan memberikan gadget dibandingkan memberi buku kepada anaknya.
Baca juga: Anak Susah Makan Hingga Harus Ada Gadget? Ini Tips dari Dokter Reisa Broto
"Memberikan gadget untuk anak itu tidak baik, bahaya untuk otak yang sedang berkembang. Anak juga akan gampang tantrum , sulit tidur, dan sulit konsentrasi," ujar dokter yang akrab disapa Tiwi saat wawancara virtual bersama Tokopedia, Kamis (20/7/2023).
OLeh karena itu ia menganjurkan untuk memperkenalkan buku sejak dini.
Ketika anak sudah bisa berceloteh bisa memperkenalkan lewat gambar.
Ia pun menegaskan pengenalan untuk membaca buku itu jangan sampai terlambat dan anak itu harus dicontohkan.
"Anak itu mencontoh orang tuanya, jadi orang tua harus mulai, kalian adalah tokoh penting dalam kehidupan mereka," tutur dokter Tiwi.
Ia pun seringkali mendengar keluhan pasiennya yang menyebutkan tidak bisa. Padahal orang tua ini bukan tidak bisa, melainkan belum biasa.
Baca juga: Orang Tua Jangan Bebaskan Anaknya Memegang Gadget, Pak Uu; Kalau Perlu Dilarang untuk Usia SMP
Dokter Tiwi pun memberikan contoh untuk mulai menjalin komunikasi dan bonding kepada anak melalui alat yang sederhana.
Ia juga mengingatkan jika anak itu tidak butuh mainan yang banyak.
"Alat itu nomor dua, yang penting adalah orang tua yang memperkenalkan. Orang tua bisa kenalkan satu mainan dan dimainkan oleh orang tuanya," ucapnya.
Kebersamaan menjadi hal yang utama karena pada masa golden age, peran orang tua begitu penting dalam kehidupan anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-anak-main-gadget_20170829_043315.jpg)