Petugas Kesehatan Ambil Sampel Nyamuk yang Serang Dua Kampung di Bandung Barat
Sampel spesies nyamuk tersebut bakal dibawa ke laboratorium Entomologi Loka Litbang Kesehatan milik Kementerian Kesehatan
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Petugas Kesehatan dari puskesmas langsung mengambil sampel spesies nyamuk yang menyerang warga di dua kampung, wilayah Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk dilakukan penelitian.
Seperti diketahui, nyamuk tersebut menyerang warga di Kampung Cisarongge, Desa Mekarmuti dan Dusun 1, Desa Singajaya akibat Waduk Saguling akibat blok Sasak Bubur tertutup eceng gondok, sehingga menjadi sarang nyamuk.
Petugas Sanitarian dari Puskesmas Cihampelas, Yani mengatakan, sampel spesies nyamuk tersebut bakal dibawa ke laboratorium Entomologi Loka Litbang Kesehatan milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Pangandaran.
"Kita sudah ambil spesies nyamuk termasuk larva dan jentiknya. Kalau melihat ciri-ciri pada tubuh dan karakteristiknya, nyamuk yang menyerang warga itu jenis Culex Sp dan jenis Aedes," ujarnya saat dihubungi, Senin (17/7/2023).
Baca juga: Siang Malam, Warga dua Kampung di KBB Kerap Diserang Nyamuk, Diduga dari Waduk Saguling
Pasalnya beberapa sampel nyamuk, kata dia, memiliki corak tubuh hitam putih dan warna kecoklatan, namun untuk memastikan spesies nyamuk itu harus menunggu hasil penelitian entomologi.
Sementara untuk menekan populasi nyamuk itu, kata Yani, tak bisa hanya sekedar fogging atau pengasapan karena langkah itu hanya membunuh nyamuk dewasa, sehingga pihaknya merekomendasikan masyarakat untuk menerapkan pola menutup, menguras, dan mengubur atau 3M.
"Jadi perlu juga pengangkatan eceng gondok karena ini tempat hidupnya jentik dan telur. Kalau fogging hanya indukan saja," kata Yani.
Sebelumnya, Kepala Dusun 1 Desa Singajaya, Deni Rahman mengatakan, nyamuk tersebut menyerang sejumlah warga yang tinggal di sekitar bantaran Waduk Saguling tepatnya di dusun 1 yang meliputi RW 01, 12, dan 13, Desa Singajaya dengan jumlah 1.000 kepala keluarga (KK).
Keberadaan nyamuk tersebut, kata dia, semakin banyak karena gulma eceng gondok di Blok Sasar Bubur, Waduk Saguling tidak pernah dibersihkan sejak tahun 2021, bahkan tumbuhan itu disekat sehingga tak bergeser terbawa angin.
"Jadi, kondisi ini mengakibatkan permukaan air waduk menjadi sarang nyaman bagi jentik nyamuk. Kami berharap ada penanggulangan darurat supaya Waduk Saguling bersih atau minimal fogging nyamuk," ucap Deni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Warga-saat-menunjukan-serangan-nyamuk.jpg)