Ada Bubur Ayam Legendaris di Indramayu, Berbeda dengan Bubur Ayam Biasa, Bertahan sejak 1970
Usaha bubur ini sudah dirintis sejak tahun 1970-an dan masih eksis sampai dengan sekarang.
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNJABAR.ID INDRAMAYU - Di kawasan Stadion Tridaya Indramayu, ada kuliner bubur ayam legendaris yang terkenal.
Namanya, Bubur Ayam Ibu Darni. Usaha bubur ini sudah dirintis sejak tahun 1970-an dan masih eksis sampai dengan sekarang.
Kini sudah di tangan generasi kedua, Ibu Darni melanjutkan usaha turun temurun dari orang tuanya dahulu.
"Sudah lama sekali, saya sendiri sudah sekitar 20 tahun, nerusin usaha orang tua dulu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (16/7/2023).
Baca juga: Yuk Datang Ke Cleo Festival Kuliner di Tritan Point Bandung, Ada Ratusan Tenan & Hadikan Kla Project
Uniknya, bubur buatan Ibu Darni ini berwarna kuning.
Hal ini yang membuatnya berbeda dengan bubur-bubur ayam lainnya.
Darni menyebut, bahwa bubur tersebut menjadi ciri khas dan dibuat dengan resep sendiri.
"Biar berbeda dengan bubur lainnya, ini resep sendiri," ucap dia.
Jika ingin mencicipi bubur ini, disarankan untuk datang lebih awal.
Pasalnya, kedai Bubur Ibu Darni biasa buka mulai pukul 06.00 WIB dan sudah tutup pada pukul 09.00 WIB.
Setiap harinya, 200-300 porsi bubur habis terjual.
"Buka jam 06.00 WIB ya sampai sehabisnya, kadang jam 09.00 WIB atau jam 10.00 WIB," ujarnya.
Selain bubur ayam, di kedai miliknya, Ibu Darni juga menjual soto ayam.
Baca juga: Segarnya Rujak Bebek, Kuliner Khas Sunda, Keberadaannya Tak Tergerus Jaman
Untuk satu bubur ayam dihargai Rp 12 ribu per porsi, sedangkan soto ayam dihargai Rp 13 ribu per porsi.
"Karyawan ada 3, anak juga suka bantu-bantu, siapa tahu nanti bisa nerusin," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bubur-ayam-Ibu-Darni-1.jpg)