Mengenal Program Komunikasi Kesehatan di Magister Ilmu Komunikasi Unisba
Mengenal Program Komunikasi Kesehatan di Magister Ilmu Komunikasi Unisba Bandung
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) adalah perguruan tinggi swasta bidang komunikasi pertama di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung.
Unisba berada di Jalan Tamansari No 24-26 yang memiliki visi-misi menjadi perguruan Islam mandiri, maju, dan terkemuka.
Dekan Fikom Unisba, Prof. Dr. Atie Rachmiatie, M.Si., mengatakan mandiri, maju dan terkemuka dalam bidang komunikasi berbasis media digital berdasarkan nilai-nilai Islam.
"Mahasiswa itu awal masuk pesantren, mereka kemudian dapat mata kuliah Pendidikan Agama Islam selama 7 semester. Setelah lulus pesantren lagi. Ini beda dengan universitas lain karena kami membekali mahasiswa tidak hanya pintar secara IQ tetapi EQ dan spiritual," kata Prof Atie di Studio Tribun Jabar, Senin (10/7/2023).
Saat ini Unisba juga membuka perkuliahan di Prodi Magister Ilmu Komunikasi (Mikom) Unisba yang jadwalnya cukup fleksibel karena diadakan secara hybrid sehingga mahasiswa bisa mengikuti kuliah secara online.
Fleksibilitas lain yang ditawarkan adalah, penyelenggaraan kelas yang dilaksanakan hanya pada Jumat siang dan Sabtu.
Hingga saat ini, Mikom Unisba masih menerima pendaftaran mahasiswa baru hingga tanggal 17 Agustus 2023.
Ada empat bidang peminatan yang ditawarkan dalam program ini yaitu, Komunikasi Bisnis, Komunikasi Politik, Komunikasi Pendidikan dan Komunikasi Kesehatan.
"Kami melihat kemarin ada Pandemi Covid-19 jadi pemicu bahwa ada kesadaran, melalui komunikasi kesehatan itu penting dan strategis karena kita ingin membangun manusia sehat jiwa raga," ujarnya.
Melalui komunikasi kesehatan, mahasiswa diajak untuk mempelajari kondisi psikologis dan yang ada di kelas tersebut tidak hanya dokter saja, tetapi ada juga dari lulusan lain.
"Saat ini sedang marak tren media sosial dan orang butuh info yang to the point, bahasa mudah dicerna seperti tips and trick," tuturnya.
Namun kata Prof Atie, seorang konten kreator pun harus dibekali ilmu komunikasi, jangan hanya memberikan pemahaman permukaan saja.
Untuk bisa menyampaikan pesan kepada khalayak ramai itulah dibutuhkan ilmu komunikasi, dan lulusan Unisba diharapkan tidak hanya pandai secara intelektual tetapi punya akhlak mulia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dekan-Fikom-Unisba-Prof-Dr-Atie-Rachmiatie-MSi-saat-podcast-di-Tribun-Jabar.jpg)